Mimpi Satria Muda Britama Menjadi Juara Liga ASEAN, Pupus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Mimpi Satria Muda Britama menjadi juara Liga Basket ASEAN pupus. Tembakan slamdunk Alexander Hartman, pemain asing Satria Muda menutup pertandingan ketiga babak final liga dengan kemenangan Philippine Patriots, 67-75. Di hadapan pendukungnya di Britama Arena, Sportmall Kelapa gading, Satria Muda menyerah kepada Patriots.

    Dua pertandingan sebelumnya di kandang Patriots, Satria Muda juga takluk dari Patriots dengan skor 68-78, dan 53-72. Dengan tiga kali kemenangan berturut-turut, Patriots keluar sebagai juara liga ASEAN musim ini. "Pertahanan Patriots luar biasa ketat, kami tidak bisa mengimbangi permainannya," kata pelatih Satria Muda Fictor Gedeon Roring usai pertandingan, Minggu (21/2).

    Hartman tidak bisa membendung pergerakan Gabriel Freeman, pemain asing Patriots sehingga dapat mencetak 17 poin. Nakiea Miller, center impor Satria Muda yang mengalami cidera di bagian mata kiri di awal pertandingan, juga tidak berdaya mengimbangi Dixon Jason Lamar sehingga dengan mudah mampu mencetak 28 poin untuk Patriots.

    Di kuarter pertama, Rony Gunawan, Mario Wuysang, Alexander Hartman, Nakiea Miller, dan Youbel Sondakh yang turun sebagai pembuka, bermain dengan bagus. Sebelum Miller cidera di menit keenam, satria Muda unggul dengan 12-5. Walaupun tetap memimpin perolehan angka hingga kuarter pertama dengan skor 17-13, tetapi kekuatan Satria Muda menurun karena bermain tanpa Miller yang menjadi center andalan.

    Dalam kondisi mata cidera, Miller tetap diturunkan kembali di kuarter dua. Akan tetapi permainannya tetap jauh dari normal. Miller tidak bisa mencetak satu pun poin sampai kuarter dua berakhir. Dia juga mampu menjaga pergerakan Dixon sehingga dia leluasa mencetak angka sebanyak 12 poin. Beruntung Rony dan kawan-kawan tetap dapat mencetak angka sehingga selisih angka sampai akhir kuarter dua hanya empat poin, 31-35.

    Di kuarter tiga, dua tembakan tiga angka Hartman disusul tembakan tiga angka dari Rony Gunawan, membuat selisih angka semakin kecil 45-48. Sesaat harapan terbuka kembali. Tetapi harapan itu segera pudar setelah Freeman mencetak dua angka disusul tembakan tiga angka Wainwright Robert sehingga selisih angka melebar kembali menjadi 45-53. Setelah itu perolehan angka Patriots semakin pesat dan satria Muda tertinggal 12 angka, 52-64.

    Perjuangan Gunawan dan kawan-kawan di kuarter akhir tidak bisa membuahkan hasil memuaskan. Dixon terus merajalela dengan mencetak tambahan 21 poin untuk Patriots. Hingga akhir pertandingan, Satria Muda tetap tertinggal, 67-75.

    Secara keseluruhan, Fictor menilai usaha para pemain asuhannya telah maksimal. Para pemain lokal, Fictor menambahkan mampu mengimbangi permainan Hartman dan Miller. Akan tetapi, lanjut Fictor, untuk kedepannya Satria Muda akan menambah jumlah pemain asing. "Perlu ada tambahan pemain asing yang mempunyai kualitas lebih dari yang ada sekarang," kata Fictor.

    RINA WIDIASTUTI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.