Samator Bertekat Pertahankan Gelar Juara Proliga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim voli putra Surabaya Samator bertekat pertahankan gelar juara Proliga yang akan diberlangsung 26 Februari hingga 16 Mei mendatang. Pertandingan awal digelar di gelanggang Bhineka Solo, 26-28 Februari besok. Pada musim kompetisi Proliga pada 2009, Samator menjadi juara setelah mengalahkan Jakarta Sananta di partai final.

    "Cita-cita kami seperti tahun lalu, kembali menjadi juara," kata Hary Trisnardjo, manajer tim Surabaya Samator, di Jakarta, Selasa, (23/2). Ambisi Samator bukan tanpa alasan. Tim ini cukup percaya diri bakal mampu mengungguli tim saingannya karena didominasi oleh pemain tim nasional yang kaya pengalaman dan mempunyai jam terbang tinggi, seperti Bagus Wahyu, Joni Sugiyatno, Mahfud Nurcahyadi, Affan Priyo Wicaksono, Fadlan Abdul Karim, Didi Irwandi, Ayip Rizal.

    Selain itu, Hary menambahkan, ada tiga tambahan pemain baru, yaitu Adi Sucipto toser dari klub Indomaret, Mirza Pratama dari Yogya Ganefo, dan Febriyanto dari Blitar. Untuk pemain asing, Samator akan kembali diperkuat oleh Ngo Vanh Kiue, pemain dari Thailand yang tahun lalu sudah memperkuat tim. Namun, Kiue kemungkinan baru bisa bergabung pada final four karena dia tengah mengikuti turnament di negaranya.

    Satu pemain asing lain, kata Hary, sedang dalam proses negosiasi, "Kemungkinan Kitsada, pemain Thailand dengan tinggi badan 192." Dalam musim kompetisi ini, Samator akan bersaing dengan empat tim lain, yaitu, Jakarta Sananta, Palembang Bank Sumsel babel, Bantul Yuso Gunadharma, dan Jakarta BNI 46. Sebelum masuk final, Samator harus bertanding 14 kali karena musim ini, babak final four diselenggarakan penuh berbeda dari kompetisi sebelumnya.

    Dalam catatan sejarah, Samator tidak pernah absen mengikuti kejuaraan Proliga sejak tahun 2002-sekarang. Dari delapan tahun kejuaraan, tiga kali Samator menjadi juara, yaitu tahun 2004, 2007, dan 2009. Tiga kali juga, Samator menjadi runner up, yaitu di tahun 2002, 2003, dan 2006.

    RINA WIDIASTUTI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.