Pertarungan Lin Dan, Chong Wei, dan Taufik Hidayat di All England  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, London — Juara dunia dan peraih emas tunggal putra Olimpiade Beijing 2008, Lin Dan, akan kembali ke Birmingham, Rabu (10/3), untuk memulai perjuangannya di All England.

    Dengan status All England sebagai turnamen paling tua dan paling prestisius di dunia, apalagi kali ini akan bertepatan dengan perayaan satu abad, Lin Dan akan mengerahkan tenaganya untuk kembali merebut juara di Birmingham.

    Juara bertahan itu tidak mengikuti dua super series pertama tahun ini di Korea Selatan dan Malaysia. Tetapi kini, Lin Dan telah siap di All England. Andalan Cina itu akan mengincar gelar kelimanya di tunggal putra All England dalam tujuh tahun terakhir. Hanya saja, kali ini, Lin Dan akan menempati unggulan kedua di bawah Lee Chong Wei.

    Chong Wei sudah membuktikan diri sebagai pebulutangkis nomor satu dunia saat ini setelah belakangan berhasil merebut beberapa super series terakhir. Ia juga sudah membuktikan kemampuannya menggondol Korea Selatan Terbuka dan Malaysia Terbuka beberapa waktu lalu. Namun, Chong Wei sebetulnya selalu inferior ketika menghadapi Lin Dan, apalagi dalam pertandingan-pertandingan besar.

    Tak ingin disikat lagi oleh Lin Dan, pelatih Chong Wei, Misbun Sidek, sudah melatih pemainnya itu dengan serius dalam latihan regular. Di situ Chong Wei mendapat lawan tanding pebulutangkis kidal sebagaimana gaya Lin Dan.

    “Tentu saja ini tidak sama bermain dengan Lin Dan tetapi ini akan membantu Chong wei untuk menyiapkan diri dalam pertandingan,” kata Sidek. “Yang lebih penting, Chong Wei harus tetap fokus ketika melawan Lin Dan karena penting memang secara fisik dan mental harus siap melawan pemain China itu.”

    Selain dua nama besar di tunggal putra dunia itu, Taufik Hidayat juga mengincar kemenangan di All England. Sebagai tunggal putra flamboyan dengan status sebagai juara Olimpiade 2004, andalan Indonesia itu telah berjuang untuk memperbaiki peringkatnya.

    Kini Taufik telah menempati peringkat ketiga dunia dan siap menjadi pesaing berat dalam persaingan Chong Wei dan Lin Dan.

    Dalam berbagai kesempatan, Taufik juga telah menegaskan obsesinya meraih gelar All England. Pasalnya, inilah turnamen besar yang belum pernah ia raih di sepanjang karirnya.

    Selain Taufik, tunggal putra Denmark, Peter Gade juga siap menununjukkan penampilan terbaiknya di turnamen ini.

    REUTERS/ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?