Jefry Masihor Raih Tiket ke Final dengan WO

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makassar - Jefry Masihor yang turun di kelas 60 Kg, Selasa (9/3), resmi meraih tiket ke final dalam kejuaraan Tinju Emas XXIX di Mall Graha Tata Cemerlang (GTC) Makassar.

    Setelah lawannya Aztika Eka Saputra dari Kalimantan Timur tidak bisa diturunkan karena cedera saat melawan petinju dari Nusa Tenggara Timur bernama Dimitrian dibabak penyisihan.

    Informasi dihimpun dari Panitia Kejuaraan, Rusli menyebutkan, sedianya Jefry tampil usai pertandingan Charles Takalepakang dari DKI Jakarta dan lawannya Lumoly dari Maluku. "Jefry menang WO, lawannya tidak bisa dimainkan karena cedera setelah dilukai oleh Dimitrian dibabak penyisihan. Keduanya dinyatakan didiskulifikasi oleh juri," kata dia saat ditemui disela-sela pertandingan, Selasa (9/3).

    Pelatih tinju Sulawesi Selatan, Mugsith Sofyan, mengungkapkan dengan kemenangan WO ini, berarti suatu keberuntungan buat Jefry. Dengan meraih tikert ke final sudah berarti juara 2 atau perak sudah ada di tangan karena lawan Jefry ke depan adalah Ralin Lumoly pada Jumat (12/3). "Kami tidak ingin muluk-muluk, yang pasti kami berusaha terus. Tapi kami mengharapkan torehan emas," tegasnya.

    Dengan masuknya Jefry ke final berarti sisa Alex Tatonos yang masih ditunggu. Rencananya dia akan bertanding melawan Agus Firmansyah dari Kalimantan Barat malam ini. Jika menang maka dua atlet Sulawesi Selatan yang masuk ke final dari enam atlet yang dibawa.

    Namun keempatnya gagal masuk ke final yakni Jalaluddin, Sada dan Nursalim yang gugur di babak penyisihan, sementara Erico Amanuponyo (hanya meraih perunggu) karena bisa tembus ke semifinal.

    Pelatih tinju dari Kalimantan Barat, Robby TB, mengaku merasa rugi karena atletnya tidak bisa tampil. Walapun bukan dia yang berbuat. Aturan Kejurnas Tinju Amatir ini sangat dekat hingga Aztika cedera. "Waktu babak penyisihan di akhir ronde kedua Dimitrian memukul kelamin Aztika dan kepalanya dan langsung tak sadarkan diri. Keduanya dinyatakan didiskulafikasi," ucapnya.

    Walapun begitu ia masih berharap pada Indra Faisal yang turun di kelas 64 Kg. Dari lima atlet yang dibawanya. Tiga putra dan dua putri, baru satu yang bisa menghasilkan emas yakni petinju asal wanitanya bernama Nurjannah yang turun di kelas 64 Kilogram setelah partai final mengalahkan Maduma dari Sumatra Utara.

    Dalam pertandingan hari ini, sudah ada tiga atlet yang meraih emas yang sudah menggelar partai final. Semuanya turun di kelas wanita. Yakni Nurmala Deli dari Sumatera Utara mengalahkan Najma dari Nusa Tenggara Barat yang hanya menempati urutan kedua.

    Murni dari DKI meraih emas setelah mengalahkan petinju asal Riau bernama Sutini yang turun di kelas 51 kg dan Nurjannag dari Kalimantan Timur memenangkan di kelas 64 kg dengan mengalahkan Maduma dari Sumatera Utara.

    Sebelumnya dalam laga semifimal yang turun di kelas putra yakni Rodif Mandap dari KDI masuk ke final setelah mengalahkan Octavianus Yowei dari Papua yang turun di kelas 51 kg.

    Sedangkan di kelas 54 kg Boy Pasaribu dari DKI dikalahkan oleh Yulius Lomoli dari Maluku dan di kelas 49 kg Rafly dari Sulawesi Utara meraih tiket ke final setelah mengalahkan Rengga Fauzi.

    ARDIANSYAH
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?