BNI 46 Taklukkan Petrokimia 3-1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim voli putri Jakarta BNI 46 menaklukkan Gresik Petrokimia 3-1 (23-25, 24-26, 25-22, 20-25) pada pertandingan Sampoerna Hijau Proliga 2010 putaran pertama seri empat yang berlangsung di GOR Bumi Sriwijaya Sport Hall, Palembang, Jumat (19/3). Bagi Petrokimia, kekalahan ini menjadi kekalahan pertama sejak mengikuti Proliga 2010.

    “Sebenarnya pemain kami bermain kurang bagus, tetapi mereka tetap berusaha menang,” kata Sukirno, Asisten Pelatih BNI 46. Salah satu kunci kemenangan kali ini, kata Sukirno, berkat permainan Devota Rahawarin yang bagus. Devota merupakan pemain nasional voli pantai.

    Menghadapi BNI 46, Petrokimia tetap bermain dengan pola seperti biasa, Novia Andriyanti menempati posisi all round, dua pemain asing, Hu Qifeng dan Liu Mengya menempati posisi open spiker. Sedangkan Quick spiker diisi oleh Windasari dan Maya Kurnia Indri. Aprilia Maharani tetap diandalkan sebagai tosser. Sedangkan libero ditempati Yulis Indahyani. Namun, di tengah permainan Yulis cidera setelah terjatuh di set ketiga dan terpaksa digantikan Maya Napalina.

    Pelatih Petrokimia, Qi Lixia yang berasal dari China menilai cideranya Yulis menjadi salah satu faktor kekalahan tim sore ini karena Maya Napila yang menggantikannya tidak sebagus Yulis. “Penggantinya belum siap,” kata Lixia.

    Berbeda dengan nasib libero Petrokimia yang cidera, Detty Fitriyana yang menjadi libero BNI 46 hari ini bermain bagus. Menurut Sukirno, permainan Detty hari ini lebih baik dari permainan sebelumnya.

    Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga BNI setelah secara berturut-turut dua kali menang dari lawannya, Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electri. BNI 46 baru sekali kalah dari Jakarta TNI AU.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.