Pemain Pelatnas Bulutangkis Tidak Dikirim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tomy Satria

    TEMPO/Tomy Satria

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengurus besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) menyatakan tidak akan mengirimkan atlet pelatnas junior untuk mengikuti kejuaraan dunia junior bulutangkis di Guadalajara, Mexico, 18-25 April mendatang. Pebulutangkis yang maju, kemungkinan berasal dari klub di luar pelatnas. Padahal hasil kejuaraan ini menjadi salah satu penilaian kualifikasi Youht Olympic Games (YOG) di Singapura Agustus mendatang, selain kejuaraan Asia di Kuala Lumpur Maret kemarin.

    “Tidak ada pemain pelatnas yang ikut, kemungkinan yang maju dari klub dan diperkirakan maksimal 10 orang,” kata Yacob Rusdianto, Sekretaris Jenderal PBSI ketika dihubungi Tempo, Ahad (4/4). Yacob mengaku baru akan mengurus visanya Senin besok.

    Menurut Yacob, faktor keamanan menjadi alasan bagi PBSI tidak mengirimkan atlet pelatnas ke sana. Namun, sebagian klub tetap akan mengikuti kejuaraan itu. Senin besok, kata Yacob baru akan didaftar siapa saja yang akan maju.

    Pada kejuaraan Asia junior di Kuala Lumpur kemarin, Indonesia mengirimkan 20 atlet junior untuk berlaga. Dari hasil pertandingan itu, Evert Sukamta pemain tunggal putra pelatnas berhasil maju sampai semifinal sedangkan Renna Suwarno sampai perempat final. Sedangkan untuk ganda putra dan putri juga berhenti di perempat final dan ganda campuran sampai semifinal. Untuk beregu Indonesia sampai di semifinal.

    Pelatih tunggal pratama pelatnas, Roni Agustinus mengaku belum mengetahui kepastian mengenai kejuaraan dunia junior tersebut. “Saya belum tahu persis mereka dikirim atau tidak, tetapi sebaiknya mereka dikirm agar jam terbangnya bertambah,” kata Roni. Menurutnya, poin kejuaraan itu bisa mempengaruhi syarat lolos kualifikasi YOG.

    Riyanto Subagya, pemain junior PB Djarum yang kemarin memperkuat tim Indonesia di kejuaraan Asia belum tentu ikut dikirim ke Guadalajara. Menurut dia PBSI membatalkan keberangkatan karena alasan keamanan selama di sana. “Tapi saya belum tahu persisnya, “ kata Riyanto yang berharap bisa bermain pada kejuaraan dunia tersebut.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?