Ganda Putri Indonesia Berpeluang Juara Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meluap-luap (Olahraga):Pemain ganda putri Indonesia, Greysia Polii, meluapkan kegembiraan dengan membawa bendera berlari mengitari lapangan Istora Senayan, Jakarta. Ketika itu, tim putri Indonesia mengalahkan tim Jerman dalam partai semifinal Piala Uber, 15 Mei 2008. Fotografer mengabadikan kegembiraan Greysia yang selalu tampil ceria dan bersemangat membela Merah-Putih.(Juara 2: CRACK PALINGGI/REUTERS)

    Meluap-luap (Olahraga):Pemain ganda putri Indonesia, Greysia Polii, meluapkan kegembiraan dengan membawa bendera berlari mengitari lapangan Istora Senayan, Jakarta. Ketika itu, tim putri Indonesia mengalahkan tim Jerman dalam partai semifinal Piala Uber, 15 Mei 2008. Fotografer mengabadikan kegembiraan Greysia yang selalu tampil ceria dan bersemangat membela Merah-Putih.(Juara 2: CRACK PALINGGI/REUTERS)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pasangan ganda putri Cipayung, Greysia Polii/Meiliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari, berpeluang besar menjadi juara pada Kejuaraan Asia di New Delhi, India, 12-18 April. Kendati demikian, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tidak mentargetkan juara karena tujuan utamanya untuk memberikan kesempatan pemain muda untuk mengukur kemampuan.

    “Peluang juara di dua ganda putri itu, di nomor lain kurang,” kata Lius Pongoh, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, di kantornya, Rabu (7/4).

    Dari hasil undian, Greysia/Meiliana akan berhadapan dengan Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa dari India pada babak pertama. Apabila menang, di babak kedua akan bertemu dengan pemenang antara unggulan tujuh Shizuka Matsuo/Miami Naito dari Jepang atau pasangan Cina Lu Lu/Siyung Wang.

    Paulus Firman, asisten pelatih ganda putri pelatnas Cipayung, optimistis Greysia/Meiliana mampu melewati babak satu dan dua dengan mudah. “Mereka seharusnya bisa mengatasinya dan maju ke perempat final,” kata Paulus.

    Di babak perempat final, mereka diperkirakan bertemu dengan unggulan pertama Mizuki Fujii/Rieka Kakiiwa dari Jepang. “Pertarungan kemungkinan ramai, peluang menang 50:50. Apabila ini terlewati peluang juara besar,” ujar Paulus.

    Sedangkan, Shendy/Nitya ditantang pasangan Vietnam Nguyen Nhung Le Ngoc/Thi Hong Gam Thai. Di babak kedua, akan bertemu pemenang antara Ha Nan Choi/Sun Yopung Park dari Korea dengan unggulan tiga pasangan Taiwan Wen Hsing Cheng/Yu Chin Chen. “Kalau ketemu Taiwan, peluang menang 50:50. Pasti ramai,” kata Paulus.

    Anneke Feinya/Annisa Wahyuni, pasangan pelapis akan langsung berhadapan dengan pasangan terbaik Thailand, Duang Anong Aroonkesorn/Kunchala Vorachita Chaikul. Walaupun lawannya tergolong berat, Paulus optimistis pemain asuhannya bisa melewati babak pertama.

    Peluang juara juga masih mungkin didapat dari pasangan baru Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir yang menjadi unggulan kelima. “Kalau Devin bisa bermain tanpa beban saat berpasangan dengan Liliyana, peluang juara terbuka lebar,” kata Richard Mainaky, pelatih ganda campuran pelatnas Cipayung.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.