Jonathan Bangga Main di Cipayung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis tunggal putra DKI Jakarta Jonathan Cristie melakukan servis ke arah lawannya pebulutangkis DIY Katuang Wiralangkit saat pertandingan babak perdelapan final Milo School Competition 2010 di GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Selasa (27/4). ANTARA/Andika Wahyu

    Pebulutangkis tunggal putra DKI Jakarta Jonathan Cristie melakukan servis ke arah lawannya pebulutangkis DIY Katuang Wiralangkit saat pertandingan babak perdelapan final Milo School Competition 2010 di GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Selasa (27/4). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengalaman berharga bisa bertanding di pusat pelatnas Cipayung bagi Jonathan Christie, juara Milo School Competition (MSC) wilayah Jakarta, tidak akan terlupakan selamanya. Kebanggaan itu menjadikan motivasi Jonathan untuk semakin giat berlatih.

    Jonathan mendapat kesempatan menginjakkan kakinya di pusat latihan juara dunia bulutangkis ini, seperti Taufik Hidayat, Markis Kido/Hendra Setiawan, dan Chandra Wijaya. “Awalnya merasa tegang, tetapi setelah bermain rasa tegang itu hilang,” kata siswa kelas 1 SMPN 220 Jakarta, yang bermimpi suatu saat bisa masuk atlet pelatnas.

    Bertanding di lapangan Cipayung, membuatnya semangat menumbangkan lawannya dari Makasar ,Yardis Setyawan. Dengan mudah, Jonathan menekuk Yardis dua gim langsung, 21-13, 21-9. Kemenangan ini sekaligus membuatnya juara grand final MSC. Kebanggaan yang dirasakannya semakin lengkap saat, juara dunia 2005 Taufik Hidayat mengalungkan medali juara di lehernya.

    Awalnya, Jonathan tidak tertarik menekuni bululangkis. “Saya ambil ekskul (ekstra kurikuler) bulutangkis karena itu satu-satunya ekskul yang di dalam ruangan,” kata Jonathan. Menurutnya itu usul ayahnya, Andreas Adisiswa, supaya kulitnya tidak hitam karena terik matahari. “Dari situ malah serius,” kata pemain klub Tangkas yang bersiap mengikuti kejuaran Jakarta terbuka 14 Juni mendatang.

    Mimpi menjadi atlet pelatnas juga dimiliki Bella Savira. Siswi kelas 2 SMP 176 Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat ini berlatih dua kali setiap pagi dan sore selama lebih dari tiga jam di klub Pelita Bakrie agar bisa mewujudkan cita-citanya. Setapak demi setapak, putri kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Hairul Saleh dan Berta Lina, merintis karirnya di dunia bulutangkis.

    Salah satu langkahnya yaitu dengan mengikuti kejuaraan MSC wilayah DKI Jakarta. Hasilnya pun cukup membanggakan, bisa menjadi juara di nomor tunggal putri dan juara ganda putri bersama saudara sepupunya Melisa Andesti. Sebagai juara wilayah, Bella maju ke grand final.

    Pada grand final yang berlangsung di Cipayung Rabu (28/4) ini Bella membuktikan kehebatannya dengan mengalahkan lawannya dari Yogyakarta, Monica Intan dengan skor 21-15, 24-22, dan menjadi juara. Namun di nomor ganda putri, Bella hanya berhasil menjadi juara tiga, di bawah Monica/Rosyita dari Yogyakarta dan Dewi Shinta/Yuli Dwi Permatasari dari Medan.

    Taufik berharap para juara ini akan terus berlatih giat sehingga beberapa tahun lagi akan berada di pelatnas Cipayung dan menjadi juara dunia. Harapan serupa juga terlontar dari Sekretaris Jendral Persatuan Bululangkis Seluruh Indonesia, Yacob Rusdianto, “Kami terbuka menunggu kalian di Cipayung.”

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.