KOI Segera Tes Fisik 49 Atlet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.pbforki.org

    www.pbforki.org

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) segera mengundang dan mengetes fisik 49 atlet dari cabang atletik, anggar, panahan dan dayung yang belum menjalani tes fisik awal persiapan Asian Games 2010. “Mereka akan segera diundang untuk menyamakan komitmen bersama,” kata Hendardji Soepandji, Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sekaligus komandan Pelatnas Asian Games, Rabu (28/4).

    Indonesia merencanakan akan mengirim 120 atlet dari 17 cabang olahraga yang akan diikuti pada pesta olahraga tingkat Asia di Guangzhou November mendatang. Sampai saat ini, baru 71 atlet yang sudah menjalani tes fisik. Menurut Hendardji, dari hasil tes fisik terhadap 71 atlet, hanya sembilan atlet yang dinyatakan baik sesuai standar dunia, yaitu lima atlet dari balap sepeda, satu dari loncat indah, dan tiga dari bululangkis.

    Sedangkan 16 atlet dari cabang karate, taekwondo, layar, voli pantai, loncat indah, angkat besim bulutangkis dan wushu, dinyatakan cukup. Dan 46 atlet dinyatakan masih kurang dan sangat kurang.

    Apabila atlet memang tidak siap, Hendardji menyarankan lebih baik dicoret dari daftar dan diganti atlet lain. Apabila tidak ada penggantinya, akan diganti dari cabang olahraga lain, seperti sepak takraw, voli indoor. Tetapi jika induk olaharaga tetap akan mempertahankannya, harus komiten meningkatkan fisik atlet tersebut.

    Hendardji mencontohkan, hasil tes fisik enam atlet karate yang diajukan maju Asian Games, tiga dinyatakan cukup dan tiga dinyatakan kurang. Tiga atlet yang kurang yaitu Martinel Prihastuti, Yelovin, dan Hendro Salim. “Yang kurang itu sudah saya drop ganti empat atlet lain, tapi nama-namanya saya lupa,” kata Hendardji. Namun, atlet yang sudah didrop bisa masuk lagi kalau nanti ada peningkatan.

    Tiga bulan setelah tes awal ini, kata Hendardji akan dilakukan ters ulang. Apabila hasilnya tidak ada peningkatan KONI akan mencoret daftar nama atlet tersebut.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?