Tiga Rekor Nasional Terpecahkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet lari 400 meter kelas junior putra sedang bertanding saat Kejurnas Atletik Junior dan Remaja di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat(7/5).TEMPO/Dwianto Wibowo

    Sejumlah atlet lari 400 meter kelas junior putra sedang bertanding saat Kejurnas Atletik Junior dan Remaja di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat(7/5).TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Atlet lempar lembing junior putra asal Papua, Yulian Yeimo, 18 tahun, memecahkan rekor nasional junior pada Kejuaraan Nasional Atletik Junior dan Remaja di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (7/5).

    Yulian mencatat lemparan 58.63 meter, melebihi rekor nasional junior yang pernah ditorehkan Agustinus Mahuse dari Papua, 56.94 meter pada 22 Oktober 2003 di Papua. Atlet junior putra lain yang juga mencetak rekor nasional yaitu Taufik Nurahman, 19 tahun, di lempar lembing.

    Taufik memperbaiki rekornya setahun lalu dengan lemparan sejauh 44.76 meter. Sebelumnya, dia memecahkan rekor nasional di Riau dengan 43.23 meter. Pada nomor remaja, baru rekor nasional lempar cakram putra yang pecah. Toni Slamet memecahkan rekor yang setahun lalu dicetak, yaitu dengan 42.12 meter, sebelumnya ia mencetak rekor remaja dengan lemparan sejauh 40.09 meter di Riau.

    “Pecahnya rekor nasional menunjukkan adanya kemajuan di nomor tersebut,” kata Budi Dharma Sidi, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia di Senayan.

    Budi menilai ada sekitar sembilan atlet junior dan remaja yang memiliki fisik bagus. Dia mencontohkan antara lain Mentari Pratiwi (17) dengan tinggi badan 173 sentimeter, atlet lari gawang 100 meter junior putri, Indah Pratiwi atlet tolak peluru remaja (15 tahun), Rama Wijaya (17 tahun), atlet tolak peluru junior putra remaja. “Ketiganya dari Riau. Fisiknya bagus tinggi dan kokoh,” kata Budi.

    Bagi atlet junior dan remaja yang mempunyai fisik bagus dan potensial menjadi juara di masa depan akan dibina di PASI pusat. “Tiga atlet tadi sudah saya catat,” kata Budi. Selain mereka ada beberapa atlet lagi yang namanya sudah masuk daftar bibit atletik bagus.

    Menurut Budi tidak ada batasan jumlah atlet yang berpeluang mendapat kesempatan berlatih di PASI pusat. “Kalau ada banyak yang bagus, akan kita ambil untuk persiapan kejuaraan atletik junior tingkat Asia di Seoul nanti,” kata dia.

    Pengurus Besar PASI memang sedang konsisten membina atlet usia junior dan remaja selama setahun terakhir ini. Mereka sengaja disiapkan untuk menggantikan seniornya.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.