Jawa Timur Juara Umum Kejurnas Atletik Junior  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Steeplechase Riau, Amri (baju kuning) dan Edy Setiawan dari Kalimantan Timur dalam final nomor 2000 meter Steeplechase junior putra di Kejurnas Atletik Yunior dan Remaja 2010 yang diselenggarakan di Stadion Madya Senayan, Jakarta (8/5). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Pelari Steeplechase Riau, Amri (baju kuning) dan Edy Setiawan dari Kalimantan Timur dalam final nomor 2000 meter Steeplechase junior putra di Kejurnas Atletik Yunior dan Remaja 2010 yang diselenggarakan di Stadion Madya Senayan, Jakarta (8/5). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim Jawa Timur berhasil mendominasi Kejuaraan Nasional Atletik Junior dan Remaja dengan mengumpulkan 14 medali emas, 11 perak, dan lima perunggu. Pada ajang yang berlangsung di Stadion Madya, Senayan, Jakarta sejak 6 Mei lalu, kontingen Jawa Timur menunjukkan mereka adalah "penguasa" cabang atletik karena tidak ada yang mampu mendekati perolehan medali emasnya.

    Kontingen Riau yang menempati peringkat kedua hanya bisa mengumpulkan lima emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Ada pun posisi ketiga diisi oleh kontingen Bangka Belitung yang mengkoleksi lima emas, empat perak, dan lima perunggu. Prestasi kedua daerah ini cukup mengejutkan karena berhasil melewati Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta yang sebetulnya memiliki fasilitas atletik lebih baik.

    "Kualitas atlet dari daerah di luar Jawa memang makin meningkat, mereka punya manajemen yang cukup baik. Mereka sudah fokus untuk pembinaan atlet junior dan remaja. Bangka Belitung bahkan sudah punya trek sintetik sendiri," kata Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Tigor Tanjung, Sabtu (8/5).

    Tim Nusa Tenggara Barat menempati peringkat keempat dengan perolehan lima medali emas disusul oleh Papua, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Ada pun tim DKI Jakarta hanya bisa menempati peringkat kedelapan dengan meraih tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu.

    "Peta kekuatan atletik Indonesia memang sudah berubah. Jawa Timur sudah sekitar lima tahun belakangan ini mendominasi dan kini mereka juga punya atlet junior yang bagus. Dengan fasilitas yang lebih baik, Jakarta seharusnya bisa lebih baik lagi," kata Tigor.

    Pada pelaksanaan kejurnas di hari terakhir, ada empat rekor nasional yang berhasil dipecahkan, dua di antaranya dilakukan oleh atlet-atlet Jawa Timur. Atlet lari remaja nomor 1.500 meter asal Jawa Timur, Endro Kusworo, membukukan catatan waktu empat menit 5,86 detik. Hasil Endro ini memecahkan rekor nasional sebelumnya milik atlet Banten, William Samuel Lokolo, dengan empat menit 8,47 detik yang dibuatnya pada November 2009.

    Pemecahan rekor lain yang dilakukan oleh tim Jawa Timur terjadi di nomor 4x200 meter remaja putri dengan catatan waktu satu menit 47,51 detik. Hasil ini memecahkan rekor nasional sebelumnya yang juga milik tim Jawa Timur yang dibuat pada Mei 2009.

    Atlet remaja asal Gorontalo, Hamdan Maasi, juga berhasil memecahkan rekor di nomor 400 meter gawang dengan catatan waktu 57,55 detik. Rekor nasional remaja sebelumnya dipegang oleh Ferianto dari Sumatera Selatan dengan 58,58 detik yang dibuatnya pada Mei 2009.

    Di nomor lari 400 meter gawang putri, atlet remaja asal Jambi, Fatmawati, juga membuat rekor nasional baru dengan catatan waktu 68,40 detik. Hasil ini lebih cepat 1,5 detik ketimbang catatan waktu milik Abriela Iriana dari Jawa Timur yang dibuatnya pada Mei 2009.

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.