Alvent/Hendra Tentukan Kemenangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain ganda putra Indonesia, Hendra Apri Gunawan (kiri) dan Alven Yulianto. TEMPO/Zulkarnain

    Pemain ganda putra Indonesia, Hendra Apri Gunawan (kiri) dan Alven Yulianto. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Ganda kedua Indonesia, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, menjadi penentu kemenangan tim Thomas Indonesia setelah mengalahkan pasangan India Rupesh Kumar/Diju Viliyaveetil 14-21, 21-13 dan 21-11. Alvent mengaku terganggu arah angin, sehingga harus bermain tiga set.

    “Anginnya lebih kenceng dari Malaysia Open kemarin” Kata Alvent di Kuala Lumpur, Senin (10/5). Berbeda dengan masalah Taufik yang harus bermain hati-hati karena bola yang meluncur deras terbawa angin, Alvent/Hendra malah bermasalah karena menentang arah angin. “Itulah perbedaan ganda dan tunggal. Biasanya ganda lebih baik jika mengikuti arah angin, pukulan kita jadi lebih kuat” ujar Alvent.

    Selain kesulitan melawan arah angin, Hendra juga mengaku terlambat beradaptasi dengan lapangan saat set pertama. “"ita pertama kali main di court ini, jadi perlu adaptasi agak lama”. kata Hendra.

    Ditanya tentang lawannya, Rupesh Kumar/Diju Viliyaveetil, yang sempat mencuri set pertama, Alvent dan Chandra menilai pasangan India tersebut biasa-biasa saja. “Sebenarnya masalahnya lebih pada kita, di set pertama selain belum mengenal lapangan dengan baik, masih ditambah dengan kesulitan melawan arah angin”.

    Karenanya, di set kedua pasangan Indonesia mulai bisa mengontrol pertandingan. “Set kedua kita sudah dapat permainan yang kita inginkan” Ungkap Hendra. Alvent mengaku, mundurnya Sony Dwi Kuncoro sebelum ganda kedua Indonesia bermain tidak begitu mempengaruhi permainan mereka. “Kami hanya fokus untuk memenangkan pertandingan kami dan tidak begitu terpengaruh dengan hasil pertandingan yang lain”.

    MASRUR (Kuala Lumpur)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.