Firdasari Buka Kemenangan 1-0 Hadapi Tim Uber Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adriyanti Firdasari. AP/Lai Seng Sin

    Adriyanti Firdasari. AP/Lai Seng Sin

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Adrianti Firdasari membuka kemenangan di pertandingan pertama Tim Uber Indoensia melawan tim tuan rumah Malaysia. Firdasari menyumbang poin pertama dalam laga kontra Malaysia di babak perempatfinal Piala Uber, dia menundukkan Wong Mew Choo dengan 21-9 dan 21-16.

    Firdasari kembali diturunkan sebagai tunggal pertama. Dia berhasil keluar dari tekanan menghadapi tim tuan rumah yang didukung oleh suporter. Meski mendapat perlawanan ketat di set kedua, peringkat 24 dunia itu menang straigt set 21-9 dan 21-16.

    Sejak awal Firdasari langsung menunjukkan permainan cepat di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada game pertama, Firdasari bermain dengan pola permainan menyerang. Berkali-kali Firdasari melancarkan dropshootnya tepat di sisi kanan Wong Mew Choo sehingga sulit dikembalikan. Sampai pertengahan Firdasari unggul jauh 11-2. Dalam kondisi tertekan, pemain andalan Malaysia tersebut banyak melakukan kesalahan. Pengembalian bola yang keluar lapangan menyudahi perjuangan Mew Choo, 21-6.

    Di Game kedua, Firdasari bermain dengan pola yang sama. Mew Choo sempat berusaha mengimbang permainan Firdasari dengan mempercepat tempo permainan tetapi Firdasari tetap bisa mengatasi. Perolehan angka sampai pertengahan game cukup ketat, 11-11. Namun, Firdasari akhirnya unggul. Smash menyilang yang keras dari Firdasari menyudahi pertandingan, 21-16.

    Dengan kemenangan ini maka kedudukan sementara Indonesia unggul 1-0 atas tuan rumah. Pada partai kedua, pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari akan menghadapi pasangan Wong Pei Tty/Eei Hui Chin.

    RINA WIDIASTUTI| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.