Celtics Hentikan Kemenangan Beruntun Magic  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Boston Celtics Ray Allen (20) dalam pertandingan babak playoff melawan Orlando Magic di Orlando (17/5).  AP/John Raoux

    Pemain Boston Celtics Ray Allen (20) dalam pertandingan babak playoff melawan Orlando Magic di Orlando (17/5). AP/John Raoux

    TEMPO Interaktif, Orlando - Boston Celtics melanjutkan permainan gemilangnya dengan mengalahkan Orlando Magic 92-88 di final playoff Wilayah Timur, Ahad (16/5). Kemenangan tersebut membuat Celtics unggul 1-0 atas Magic.

    Tampil dengan permainan bertahan seperti saat mereka menjuarai NBA 2008, Celtics membuat para pemain Magic frustrasi. Celtics berhasil meredam bintang Magic Dwight Howard sekaligus menghadiahkan kekalahan pertama Magic di babak playoff.

    Ray Allen mencetak angka tertinggi dengan 25 poin dan melesakkan dua tembakan bebas ketika pertandingan tersisa enam detik.

    “Sebagai tim veteran, semua menunggu playoff dan ketika kami menginjakkan kaki di sini, kami tampil maksimal,” ujar Allen kepada wartawan, tiga hari setelah timnya menumbangkan unggulan pertama NBA Cleveland Cavaliers.

    Magic tidak pernah unggul di sepanjang pertandingan. Howard pun tidak berkutik menghadapi permainan bertahan Celtics. Dia melakukan beberapa kali pelanggaran dan kesulitan mendapat ruang untuk mencetak poin.

    “Ketika saya bergelut dengan mereka, saya rasa itu menjadi keuntungan mereka,” ujar Howard yang mencetak 13 poin.

    “Kini saya harus kembali dan memperkuat tim serta melihat rekaman film mengenai cara terbaik mendapat posisi guna mencetak poin,” lanjut dia.

    Vince Carter menyumbangkan 23 poin dan Jameer Nelson menambah 20 poin untuk Magic. Kekalahan tersebut mengakhiri kemenangan beruntun Magic dalam 10 pertandingan.


    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.