Raymond Domenech, Si Cuek yang Menabung Prestasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raymond Domenech. AP Photo/Francois Mori

    Raymond Domenech. AP Photo/Francois Mori

    TEMPO Interaktif, Paris - Dicaci, dicerca, diejek, dikritik, entah kata apa lagi yang pantas ditujukan pada Raymond Domenech. Tapi diam-diam pelatih tim nasional Prancis itu terus menabung prestasi. Ia akan menyamai rekor pelatih Michel Hidalgo menangani Les Blues untuk yang ke-75 kalinya saat menghadapi Tunisia pada laga uji coba, Minggu malam ini.

    Jalan naik turun dialami pelatih 58 tahun yang bernama lengkap Raymond Manuel Albert Domenech ini. Ia menggantikan posisi Jacques Santini usai Piala Eropa 2004. Namanya sempat mencuat ketika mengantar Prancis tampil di final Piala Dunia 2006. Meski Prancis harus mengakui keunggulan Italia yang menang lewat adu penalti.

    Dua tahun kemudian, grafik Domenech melorot tajam. Ia sepertinya bakal didepak setelah Perancis tersingkir di babak awal Euro 2008 tanpa sekalipun memenangkan pertandingan. "Secara umum, seorang pelatih abadi ditandai dengan stabilitas, saya adalah pengecualian," kata Domenech yang merasa terhormat menyamai catatan Hidalgo yang mengantar Prancis menjuarai Euro 1984 di masa kepelatihannya 1976-1984.

    Pelatih yang paling banyak menukangi Prancis adalah pelatih pertama Gaston Barreau yang tampil di 84 pertandingan selama 1936-1955. Namun Domenech adalah satu-satunya pelatih Perancis yang tampil tiga turnamen internasional secara beruntun.

    Domenech termasuk pelatih unik. Ia hanya dua kali menangani klub yaitu Mulhouse (1985-1989) dan Lyon (1989-1993). Setelah sempat menangani Prancis U-21 (1993-2004), ia ditunjuk melatih tim senior sejak 2004.

    Salah satu keunikan Domenech adalah saat melamar pacarnya, Estelle Dennis, lewat siaran langsung televisi pada pertandingan akhir grup di Euro 2008. Pada pertandingan itu Prancis kalah dari Italia. Domenech minta maaf hari berikutnya. "Saya hanya memiliki satu rencana, yaitu menikahi Estelle," kata Domenech sebelum timnya kalah 0-2 dari Italia. "Jadi saya memintanya hari ini."

    Sejak saat itu Domenech selalu dicemooh pendukung Prancis di setiap pertandingan. Toh, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) tetap mempercayai Domenech menukangi Prancis di Piala Dunia 2010. Walaupun mereka lolos ke final lewat gol kontroversial Thierry Henry yang diteruskan William Gallas ketika playoff melawan Irlandia.

    Hidalgo, 77 tahun, bertugas selama delapan tahun pada 1976-84. Ia gagal di semifinal Piala Dunia 1982--juga lewat tendangan penalti--ketika dikalahkan Jerman Barat. padahal Prancis sempat unggul 3-1.

    Total, Hidalgo mencatat rekor 41 kali menang, 16 seri, dan 18 kalah. Sedangkan Domenech juga mencatat 41 kali kemenangan, 22 imbangm dan 11 kali kalah. Apakah Domenech akan mengakhiri kariernya dengan manis setelah Piala Dunia 2010? Kita tunggu saja.

    AP | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?