Peringkat Tim Tenis Meja Indonesia Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yon Mardiyono melawan Tang Hov pada pertandingan penyisihan Tenis Meja Beregu Putra Sea Games XXV di  Laos, Selasa (8/12). Yon menang dengan skor 11-5, 11-1, 11-7 sekaligus mengantarkan kemenangan Indonesia. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Yon Mardiyono melawan Tang Hov pada pertandingan penyisihan Tenis Meja Beregu Putra Sea Games XXV di Laos, Selasa (8/12). Yon menang dengan skor 11-5, 11-1, 11-7 sekaligus mengantarkan kemenangan Indonesia. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO Interaktif,Jakarta:Peringkat dunia Tim Tenis Meja Putra Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Pada Kejuaraan Beregu Dunia yang berlangsung di Moskow, Rusia, 23-30 Juni kemarin, Ficky Supit Santoso dan kawan-kawannya hanya mampu meraih peringkat 52 dunia, ketimbang tahun lalu yang berada di posisi 49 dunia. Penurunan prestasi juga dialami tim putri. Silir Rovani dan kawan-kawan hanya bisa mencapai peringkat 45 dunia padahal sebelumnya berhasil menduduki peringkat 37 dunia.

    “Secara prestasi memang menurun, tetapi itu bisa dimaklumi karena pemain yang turun kebanyakan pemain muda,” kata Dedi Kurniawan Wikanta, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pesatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) kepada Tempo, Senin (31/5).

    Dedi menilai faktor pemain yang masih muda menjadi penyebab hasil prestasi menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Ia mencontohkan seperti Dody Prasetyo Aji dan Agus Fredi Pramono baru pertama kali main di tingkat dunia. Begitu juga tim putri, Widya Wulansari dan Noor Azizah Agustin juga baru kali pertama. “Ini tahun gebrakan bagi kita, karena berani mengirimkan atlet muda,” kata Dedi.

     

    Hasil pencapaian tim putra maupun putri kali ini akan menjadi bahan evaluasi program latihan sebelumnya. Para pemain ini, Dedi menambahkan nantinya akan dilatih lebih keras lagi untuk persiapan maju ke Kejuaraan tingkat Asia Tenggara (SEATA) yang rencananya akan digelar di Manila, Filipina, Agustus mendatang. “Target kami bisa meraih emas di kejuaraan itu,” kata Dedi.

    Untuk bisa mewujudkan target itu, Dedi mengatakan para petenis meja putra akan meneruskan program Training Camp di Sandhong Luneng, Cina hingga menjelang kejuaraan SEATA nanti. Mereka telah berlatih di Negeri Tirai bambu dengan didampingi pelatihnya, Tonny Meringgi Zwingly selama kurang lebih dua bulan sebelum berlaga di Kejuaraan Moskow kemarin. Sedangkan untuk petenis putri, lanjut Dedi, akan tetap berlatih di Jakarta di bawah bimbingan Ismu Harinto.

     

    Dedi berharap tim tenis meja yang sudah terbentuk saat ini tidak berubah-ubah lagi pemainnya. Ia menilai semua pemain itu mempunyai bakat dan kemampuan yang bisa diharapkan. “Mereka inilah nanti yang akan disiapkan untuk merebut SEA Games 2011 di Indonesia nanti,” kata Dedi.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.