Nadal: Melzer Tak Mudah Ditaklukkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Nadal. AP/Claude Paris

    Rafael Nadal. AP/Claude Paris

    TEMPO Interaktif,Paris:Jalan untuk merebut kembali mahkota Prancis Terbuka semakin terbuka bagi Rafael Nadal. Unggulan kedua asal Spanyol itu tak lagi memikirkan pesaing abadinya, Roger Federer, maupun unggulan ketiga asal Serbia, Novak Djokovic.

    Keduanya sudah tersingkir dari Roland Garros. Langkah Federer, petenis nomor satu dunia asal Swis, dihentikan petenis Swedia, Robin Soderling, 3-6, 6-3, 7-5, 6-4, di perempat final. Sedang Djokovic dijegal petenis Austria, Jurgen Melzer, 3-6 2-6 6-2 7-6(3) 6-4 di babak yang sama. Nadal sendiri melenggang ke babak semifinal usai mengatasi rekan senegaranya, Nicolas Almagro, 7-6 (2), 7-6 (3), 6-4.

    Hari Jumat (4/5), Nadal akan berjumpa Melzer di babak semifinal. Meski jauh diunggulkan, petenis berusia 23 tahun itu tak mau meremehkan Melzer. Menurutnya, Melzer adalah petenis yang tidak mudah ditaklukkan. “Aku sekarang berada di semifinal melawan Melzer. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Jadi aku fokus untuk pertandingan itu sejak sekarang,” kata Nadal, juara empat kali Prancis Terbuka. 

    Nadal belum kehilangan satu set pun di Prancis Terbuka musim ini. Ia selalu menang tiga set dalam lima pertandingan sebelumnya. Oleh karena itu, pengoleksi enam gelar grand slam itu diyakini bisa mengalahkan Melzer. Apalagi rekor pertemuan kedua pemain juga memihak Nadal. 

    Kedua petenis bertemu dua kali sepanjang karir profesional mereka. Pertemuan pertama terjadi di lapangan keras Beijing Open pada Agustus 2008. Saat itu Nadal menang mudah 6-0, 6-4. Pertemuan kedua terjadi di lapangan tanah liat Madrid Master musim lalu di mana Nadal menang 6-3, 6-1. 

    Melzer sendiri dipercaya punya motivasi kuat dalam pertandingan pertamanya di semifinal grand slam ini. Ia juga bertekat menjadi petenis Austria yang menjadi juara di Roland Garros setelah Thomas Muster melakukannya pada tahun 1995. Hanya saja, Melzer, petenis berusia 29 tahun yang diunggulkan di tempatke-22, tetap membutuhkan sedikit keajaiban untuk bisa menundukkan Nadal. “Tentu saja kamu ingin punya pikiran positif jika kamu berpikir tentang Nadal. Saat ini, hal itu tidak mungkin,” ujar Melzer. 

    Di semifinal yang lain, Soderling akan bertemu dengan petenis Republik Cek, Tomas Berdych, yang menundukkan petenis Rusia, Mikhail Youzhny, 6-3, 6-1, 6-2. Soderling lebih difavoritkan untuk melaju ke final dan bertemu Nadal. 

    Soderling tercatat sebagai satu-satunya petenis yang bisa menundukkan Nadal di Roland Garros ketika tahun lalu menang 6–2, 6–7 (2), 6–4, 7–6 (2) di babak keempat. Oleh karena itu jika mereka bertemu di partai final, pertandingan itu akan menjadi kesempatan besar bagi Nadal untuk menghapus lukanya tahun lalu. Namun, seandainya terjadi, Nadal enggan menyatakan partai final itu sebagai partai balas dendam. 

    “Ketika aku berada di lapangan, aku tidak berpikir jika kekalahanku yang lalu akan menjadi bahan balas dendam. Aku tidak pernah berpikir dengan cara itu. Sebab jika kami memikirkan balas dendam itu, pikiranmu tidak 100 persen tenang untuk memikirkan apa yang harus kamu lakukan,” katanya. 

    AFP | ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.