Pembalap Tour de Singkarak Naik Kereta Wisata ke Garis Start  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Puspa Perwitasari

    ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO Interaktif, Sawahlunto - Pagi ini para pembalap sepeda Tour de Singkarak diangkut dengan kereta api wisata legendaris ‘Mak Itam' atau Loko Uap E 1060 dari Stasiun Sawahlunto menuju garis start di Simpang Tiga Muara Kalaban yang berjarak 4,82 kilometer dari Sawahlunto dan melewati terowongan sepanjang 880 meter.

    Sekitar 90 pembalap peserta Tour de Singkarak dibawa dengan dua gerbong kayu klasik yang ditarik Loko Uap yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar. Di belakang gerbong kayu terangkai dengan empat gerbong Kereta Api Sibinuang lokodiesel BB 20416 yang ikut membantu mendorong lokomotif uap dari belakang.

    Kepala Stasiun Sawahlunto Zulkifli mengatakan sekitar 300 orang naik kereta api ke garis start. “Semuanya gratis, ini dari bantuan dari PT Kereta Api Indonesia untuk menyukseskan Tour de Singkarak,” kata Zulkifli, Sabtu (5/6).

    Para pembalap asing dan Indonesia sangat antusias menaiki gerbong Loko Uap dan berfoto di depan Loko Uap. Bahkan 15 pembalap, membawa serta sepeda mereka naik “Mak Itam”. Sementara sepeda pembalap lainnya sudah dibawa ofisial mereka ke garis start.

    Selain pembalap, Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar serta Wali Kota Sawahlunto Amran Nur juga naik kereta Loko Uap.

    Hari ini Etape 5 dari Muara Kalaban menuju Batusangkar sepanjang 102,4 km diikuti 90 pebalap. Para pebalap dilepas Wali Kota Sawahlunto Amran Nur di Simpang Tiga Muara Kalaban pada pukul 09.07 WIB.

    Lokomotif Uap hanya sampai di Muara Kalaban, sedangkan Kereta Api wisata Sibinuang mengangkut ofisial dan fotografer melewati rel yang bersisian dengan jalan raya yang dilewati dilewati pembalap sepeda di tepian Danau Singkarak.

    FEBRIANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?