Riyanto Maju ke Perempat Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badminton

    Badminton

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pebulutangkis junior, Riyanto Subagya, maju ke perempat final Tangkas Alfamart Junior Challenge Open Badminton Championships 2010 yang berlangsung di lapangan tenis tertutup, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

    Pemain unggulan pertama dari PB Djarum ini akan menghadapi pemain Hongkong, Ka Long Ng, untuk mendapatkan tiket semifinal, Kamis (10/6). "Menghadapi Ka Long, saya akan bermain lepas dan lebih sabar,” kata Riyanto kepada Tempo, Rabu (9/6).

    Pemain berusia 17 tahun ini mengaku belum pernah berhadapan dengan pemain Hongkong itu, tetapi mengetahui pola permainannya, karena sering melihat lawannya itu bertanding di beberapa turnamen.

    Riyanto maju ke perempat final setelah menaklukkan pemain Thailand Khosit Phetpradab, 21-11, 19-21, 21-18, Rabu (9/6). Riyanto mengaku cukup sulit menggulung Khosit sehingga ia perlu tiga game. Seedangkan, Ka Long maju ke perempat final setelah menekuk pemain pelatnas Hermansyah melalui tiga game, 14-21, 21-18, 21-7.

    “Pada game awal, saya gampang mendapatkan angka. Tetapi, game kedua saya banyak melakukan kesalahan karena ragu-ragu dan tidak bisa bermain lepas,” kata Riyanto yang akhirnya bisa memenangkan pertandingan dengan angka tipis.

    Selain Riyanto, pemain Indonesia yang berhasil maju ke perempat final adalah pemain pelatnas Cipayung unggulan kedua, Evert Sukamta dan pemain pelatnas DKI Jakarta unggulan kelima, Panji Akbar. Sebelumnya, Evert berhasil menumbangkan Kho Henrikho Wibowo (PB. Djarum), 21-11, 21-16. Sedangkan, Panji menghentikan Ikhsan Adam Wirawan (klub Guna Darma), 21-19. 21-15.

    Untuk mendapatkan tiket semifinal, Evert harus mengalahkan pemain Thailand, Pisit Poodchalat. Dan Panji harus menekuk pemain Taiwan, Tzu Wei Wang.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.