245 Atlet PON Jawa Tengah Dikukuhkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Solo, Joko Widodo berlari membawa obor dari Lapangan Kota Barat Menuju Markas Polisi Wilayah Surakarta didampingi Ketua Kontingen Solo Hadi Rudyatmo (kedua dari kiri) dan  Ketua Umum Komite Olahraga Kota Solo, Sumartono Hadinoto (kiri) di tengah acara Kirab Obor Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2009 Embrio PON 2012, Kamis (23/7). Tempo/ Andrey Prasetyo

    Walikota Solo, Joko Widodo berlari membawa obor dari Lapangan Kota Barat Menuju Markas Polisi Wilayah Surakarta didampingi Ketua Kontingen Solo Hadi Rudyatmo (kedua dari kiri) dan Ketua Umum Komite Olahraga Kota Solo, Sumartono Hadinoto (kiri) di tengah acara Kirab Obor Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2009 Embrio PON 2012, Kamis (23/7). Tempo/ Andrey Prasetyo

    TEMPO Interaktif, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengukuhkan atlet Pusat Pembinaan dan Prestasi Olahraga (PPOP) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM), Kamis (10/6). Para atlet ini dipersiapkan untuk tampil dalam  Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 di Riau.

    Pusat pembinaan diikuti 170 atlet dan 30 pelatih, sedangkan pusat pendidikan diikuti 75 atlet dengan 15 pelatih. Peresmian atlet PON tersebut ditandai dengan penandatanganan kebulatan tekad atlet dan pelatih untuk membela Jawa Tengah dalam ajang lima tahunan tersebut. "Kami minta agar para atlet berjuang keras demi mengharumkan nama Jawa Tengah," kata Bibit.

    Dengan adanya pengukuhan seperti ini, kata Bibit, diharapkan para atlet memiliki jiwa dan rasa kebanggaan terhadap daerah Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Komite Olahraga Nasional Jawa Tengah dengan Laboratorium Cito berupa potongan harga sebesar 20 persen untuk cek kesehatan bagi para atlet dan pelatih.

    Selain itu juga ada penandatanganan nota kesepahaman antara KONI Jawa Tengah dengan Universitas Muhammadiyah Semarang yang akan memberikan bea siswa kepada atlet berprestasi untuk kuliah di delapan fakultas, kecuali kedokteran. Bea siswa ini diberikan sampai atlet yang bersangkutan lulus.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.