PBSI Sedang Menjajaki Pelatih dari Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Widodo S. Jusuf

    ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO Interaktif , Tegal:Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sedang menjajaki pelatih dari negeri Cina. Langkah ini dilakukan untuk mengupayakan kemungkinan merekrut pelatih dalam mendidik atlet tanah air.

    “Ini untuk menjawab Pelatnas yang tidak memuaskan dalam menghasilkan atlet nasional,” ujar Wakil Ketua Satu Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Sabar Yudo Saroso, di sela turnamen Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Regional III Tegal, Senin (12/7)  siang tadi.

    Menurut Sabar, pemilihan terhadap sejumlah pelatih dari Cina ini untuk meningkatkan kualitas atlet Bulutangkis Nasional yang mengalami penurunan dalam berbagai pertandingan. Ia mengaku, selain mengupayakan pelatih asing, PBSI juga sedang menyiapkan mekanisme khusus untuk mencetak atlit bibit unggul Bulutangkis.

    “Ada kemungkinan kita siapkan pelatihan khusus di luar pelatnas bagi atlet usia di bawah 17 tahun,” katanya.

    Sabar berharap agar para atlet Bulutangkis tak terjebak pada harapan masuk Pelatnas sebagai tujuan akhir untuk mengembangkan potensinya, bahkan ia meminta agar pelatnas sendiri siap mendegradasikan sejumlah atlet binaan yang mulau lemah. “Harus ada ketegasan dari pelatnas untuk mengembalikan mereka ke club masing-masing,” ujar Sabar menegaskan.

    Dalam kesempatan yang sama Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Mimi Irawan menyatakan, penjajakan pelatih ke Cina masih dalam wacana. “Kami bisa menolak, bila pelatih yang dikirim dari Cina ternyata kurang berkualitas,” ujar Mimi kepada Tempo siang tadi.

    Menurut Mimi, mendatangkan pelatih dari Cina bukan satu-satunya memecahkan persoalan peningkatan kualitas atlet Bulutangkis, ia masih optimis terhadap sejumlah pelatih nasional yang berkualitas dan dipercaya membina atlet Bulutangkis di luar negeri. “Pelatih kita justru banyak digunakan secara internasional, buktinya mereka melatih atlet di negara Jepang, Singapura dan Malaysia,” ujar Mimi menjelaskan.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.