Kekalahan Tim Davis Indonesia Harus Dievaluasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christopher Rungkat. ANTARA/Maulana Surya Tri Utama

    Christopher Rungkat. ANTARA/Maulana Surya Tri Utama

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Petenis nasional Christopher Rungkat mengatakan, kekalahan tim Indonesia 3-1 dari Thailand pada babak Semifinal Piala Davis yang berlangsung di stadion Gelora Bung Karno kemarin harus menjadi bahan evaluasi.

    Apabila ingin meraih emas ketika menjadi tuan rumah SEA Games 2011, para pemain harus dipersiapkan sejak sekarang. “Kita harus mulai start latihan dengan program yang jelas dari sekarang. Kalau tahun depan baru mulai, susah untuk bisa meraih medali,” kata Christo, usai bertanding melawan tim Thailand di Senayan, Ahad malam.

    Christo menilai, kekuatan tenis negara-negara tetangga saat ini mulai meningkat. Sehingga lawan berat Indonesia tidak lagi hanya Thailand dan Filipina. Kamboja juga perlu diwaspadai. “Pemain Kamboja saat ini sudah mulai dilatih pelatih dari Prancis,” kata pemain yang kini berperingkat 960 dunia di nomor single.

    Pemain Indonesia, menurutnya tidak kalah kualitasnya dari pemain negara lain. Kekurangan pemain Indonesia, kata Christo tidak banyak mengikuti turnamen tingkat internasional sehingga sulit bisa mengatasi tekanan saat bertanding.

    Christo mencontohkan dirinya sendiri. Saat melawan pemain Thailand Kittipong Wachiramanowong pada pertandingan penentuan Piala Davis kemarin, ia mengaku sulit keluar dari tekanan, sehingga banyak melakukan kesalahan saat angka kritis.

    Selain persiapan fisik dan teknik, pemain berusia 20 tahun ini menilai para pemain nasional perlu mendapatkan perlakuan bagus agar mempunyai prestise sebagai pemain pilihan.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?