Sharapova, Dari Chernobyl Pulang ke Sarang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Sharapova. REUTERS/Jean-Marc Loos

    Maria Sharapova. REUTERS/Jean-Marc Loos

    TEMPO Interaktif, California -Maria Sharapova meninggalkan pesan dalam situsnya awal pekan ini: "Rumahku sayang. Setelah 10 pekan di jalan!!!  Saya tak sabar menunggu untuk bisa mengunjungi kedai kopi favoritku. Tak ada waktu untuk kaget setelah perjalanan jauh. Saya  sudah berlatih keras untuk pertandingan tenis dunia (pada 20 Juli di Newport Beach, California) dan Stanfordf (seri WTA Tour  di Palo Alto, California, mulai 26 Juli)."  

    Kesibukan 10 pekan yang menjauhkan petenis jelita asal Rusia itu dari rumanya di Huntington Beach, California. Petenis putri  nomor satu dunia pada 2005 itu sudah bisa kembali mengikuti turnamen setelah sembuhd dari cedera siku pada pertengagan Maret
    lalu. Wanita berusia 23 tahun itu bermain dua bulan berikutnya di Madrid, yaitu kalah di babak pertama melawan Lucie  Safarova lantas memenangi turnamen papan bawah di Strasbourg, Prancis, kalah dari Justine Henin di babak ketiga Prancis  Terbuka, kalah melawan Li Na di final Birmingham, dan menyerah 6-7, 4-6 dari Serena Williams di babak 16 besar Wimbledon.  
       
    Penampilan terakhirnya di Wimbledon itu adalah permainan terbaiknya sejak ia kembali ke lapangan April tahun lalu setelah  sembuh dari cedera bahu pada 2008. Ia meraih tiga set point dalam awal pertandingan melawan sang juara, Serena. "Saya 
    banyak berlatih untuk itu," kata Sharapova tentang penampilannya yang solid di seri grand slam lapangan rumput di  dekat London itu. 

    "Saya melihat ke belakang pada keseluruhan turku. Tentang penampilan yang tidak mengesankan di Madrid, belum merasa nyaman  ketika sudah harus tampil di lapangan. Kemudian saya bangkit dan bekerja keras memperbaiki diri. Saya memang masih membuat  beberapa kesalahan yang seharusnya tidak terjadi (melawan Serena) sehingga sebenarnya saya bisa memenangi set pertama,"  papar Sharapova.

    Kini sebelum menyongsong seri grand slam terakhir dalam satu tahun di lapangan keras AS Terbuka di New York, Agustus nanti,  Sharapova merencanakan tampil di sejumlah turnamen, termasuk Stanford, Cincinnati (9 Agustus 2010) dan Rogers Cup di  
    Montreal (16 Agustus 2010). 

    Kunjungi Chernobyl

    Setelah main di Wimbledon, Sharapova pergi ke kawasan Chernobyl di Belarusia, tempat sang ibu, Yelena, dan ayah, Yuri,  pernah tinggal. Keluarga itu kemudian pindah ke Siberia setelah instalasi nuklir di sana meledak pada 26 April 1986. Bahaya  radiaksi dari ledakan itu dikabarkan 90 kali lebih berbahaya ddibandingkan dengan bom atom di Hiroshima dan Nagasaski,  Jepang, dalam Perang Dunia II.

    Sharapova lahir di Nyagan, Siberia, 51 pekan setelah tragedi Chernobyl yang berada di Ukraina tapi yang paling terkena  dampak kerugiannya adalah Belarusia. Ia seharusnya berkunjung ke sana dua tahun lalu tapi menunda kunjungan karena harus 
    menyembuhkan bahunya. Ia bilang dalam konferensi pers Jumat lalu kalau ia bahagia bisa pergi ke sana sekarang karena punya  banyak proyek sosial. Antara lain bantuan US$ 250.000 atau sekitar Rp 2,25 miliar dari kantongnya. "Problem utama dari 
    masyarakat di sana adalah ketidakpercayaan kepada kemampuan untuk kembali pulih seperti semula. Mereka masih trauma dengan  dampak radiasi."

    Ia menjelaskan punya delapan proyek yang memprioritaskan anak-anak di Chernobyl yang dampak radiasinya mengenai Rusia,  Belarusia, dan Ukraina. "Reaksi masyarakat di sana sungguh mengesankan. Saya bisa kembali ke apartemen tempat ayahku 
    tinggal. Dua orangtuaku datang dari Belarusia. Saya bisa melihat neneku yang selama ini belum aku temui."  

    Sharapova banyak bepergian di Eropa, mengunjungi Swedia untuk bertemu dengan salah satu sponsor utamanya, Sony Ericsson, dan  mengunjungi Italia bersama sang pacar, Sasha Vujacic, bintang bola baksket Slovia yang kini bermain sebagai guard di klub NBA, Los Angeles Lakers. Saharava lumayan tinggi, 1,88 meter tapi di samping Vujacic, ia seperti anak kecil. 

    Ketika ditanya di mana ia berada ketika Vujacic lagi bertanding memperkuat Lakers pada 17 Juni, atau empat hari sebelum  Wimbledon dimulai, Sharapova menjawab, "Saya sedang menutup mata di rumahku di London." GLOBE AND MAIL | REUTERS | PRASETYO  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?