Yao Ming Pesimistis Bisa Kembalikan Permainan Terbaiknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Houston Rockets Yao Ming berebut bola dengan dua pemain New Orleans Hornets pada pertandingan basket NBA di New Orleans (27/12). Hornets menang 88-79. Foto: AP/Alex Brandon

    Pemain Houston Rockets Yao Ming berebut bola dengan dua pemain New Orleans Hornets pada pertandingan basket NBA di New Orleans (27/12). Hornets menang 88-79. Foto: AP/Alex Brandon

    TEMPO Interaktif, Beijing - Pebasket NBA asal Cina, Yao Ming, merasa dirinya butuh satu musim tanpa mengalami cedera untuk bisa menemukan kembali permainan terbaiknya di Houston Rockets.

    Pemain yang tampil di NBA All Star tujuh kali tersebut absen sejak semifinal Wilayah Barat NBA pada Mei 2009 karena mengalami retak di kaki kirinya. Ia pun berharap bisa fit pada kamp latihan sebelum musim NBA bergulir.

    “Bicara mengenai mengembalikan permainan terbaik saya, itu bukan sesuatu yang mustahil. Tapi itu hanya bisa terwujud jika saya melalui musim depan dengan mulus,” ujar Yao dalam wawancara dengan China Daily, Kamis (22/7).

    “Lalu, Anda bisa melihat hasilnya setelah itu,” lanjut Yao.

    Pemain yang menggunakan opsi dalam kontraknya di Rockets bulan lalu agar terhidar dari status bebas agen tersebut mengaku tidak yakin kontribusi apa yang ia berikan kepada tim untuk menjuarai NBA musim depan.

    “Saya tidak tahu apakah saya bisa kembali ke puncak permainan saya,” tambah Yao. “Saya belum dicoba. Saya belum tampil di pertandingan baseket yang kompetitif sejak cedera. Saya tidak bisa menjawab apakah saya bisa mengembalikan permainan terbaik saya.”

    Yao saat ini sedang dalam masa pemulihan terhadap cedera yang dideskripsikan salah seorang dokter sebagai cedera yang mengancam karier. Pemain dengan tinggi 228 sentimeter tersebut harus menerima kariernya bakal terancam jika dihantam cedera lainnya.

    “Saya tahu suatu saat akan pensiun. Cepat atau lambat karier saya akan berakhir. Meski saya bisa bermain sampai usia 36 tahun, saya harus menerima kenyataan itu,” ujar Yao yang berusia 30 tahun pada September nanti.

    “Satu-satunya masalah adalah usia 30 merupakan masa emas bagi seorang atlet. Tetapi bagi saya, itu menjadi tahap kritis dan saya sulit menerima itu,” imbuhnya.

    Atlet paling terkenal di Cina tersebut juga mengkhawatirkan nasibnya di tim nasional Cina setelah cedera cukup lama. “Jika kaki saya bisa fit sepanjang musim dan tidak menjalani operasi musim panas ini, saya mungkin bisa bermain lagi untuk Cina,” tambah Yao.

    “Saya rasa saya masih bisa membantu tim Cina, tetapi secara realistis, saya bukan termasuk masa depan bagi basket di Cina karena usia saya sekarang ini. Cina butuh pemain-pemain generasi baru yang mengemban itu,” kata Yao.


    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.