Selamat Pensiun, Paul!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul, si gurita peramal. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Paul, si gurita peramal. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Seusai mencetak gol kemenangan 1-0 Spanyol atas Belanda pada final Piala Dunia 2010, Andres Iniesta secara khusus memuji Paul Si Gurita, "Dia pasti akan sangat terkenal di Spanyol." Begitu pula dengan rekannya, Xabi Alonso, yang mengatakan, "Dia sungguh gurita ajaib."

    Paul Si Gurita. Binatang laut berkaki delapan penghuni akuarium Sea Life Center, Oberhausen, Jerman bagian barat, ini fenomena tersendiri di antara beberapa hal yang tak terlupakan sepanjang pelaksanaan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan: ketidakjelian wasit, rekor kartu partai final, munculnya negara baru sebagai juara (Spanyol), juga pelaksanaan Piala Dunia pertama di Benua Afrika. Ramalan Paul, gurita berusia dua tahun itu, seratus persen benar, termasuk menebak siapa pemenang turnamen.

    Paul memang bukan oracle (cenayang) pertama berjenis hewan yang dikenal dunia. Pada 1960-an, seekor kuda asal Prancis bernama Morocco memiliki keahlian menebak jumlah uang yang ada di tangan seseorang. Morocco menebaknya dengan cara
    mengentak-entakkan kaki. Pengunjung tinggal menghitung berapa kali kaki Morocco mengentak.

    Seekor kuda yang lain, asal Amerika, bernama Lady, meramalkan dengan tepat siapa yang memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 1948. Ramalan Lady yang memilih Harry Truman, dan bukannya Thomas Dewey, terbukti benar. Lady memilih abjad
    yang disodorkan si penanya.

    Paul juga memiliki pesaing bernama Mani, seekor burung parkit dari Singapura. Namun, Mani memilih Belanda sebagai juara Piala Dunia 2010 yang akhirnya terbukti dikalahkan Spanyol. Mani pun kini menjalani hidup selayaknya burung biasa, tak lagi
    menjadi cenayang.

    Paul sebenarnya bukan gurita asal Jerman. Dia lahir di Weymouth Sea Life Park, Inggris. "Dia sebelumnya tak pernah membuat prediksi apa pun ketika masih di sini," kata seorang staf Weymouth Sea Life, Fiona Smith.

    Karier cenayang Paul bermula pada Piala Eropa 2008 yang berlangsung di Swiss-Austria. Dia meramalkan enam pertandingan Jerman. Dua ramalannya salah, salah satunya saat Jerman kalah dari Kroasia. Mungkin belajar dari kesalahan, Paul tak
    membuat satu pun prediksi keliru tahun ini.

    Staf Sea Life memberinya dua kotak makanan yang juga diisi bendera negara kesebelasan yang akan bertanding. Sebelum membuka kotak, Paul kadang membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menentukan pilihan. Kotak makanan yang dia bukan
    menandakan pilihan pemenang dari Paul.

    Karena Paul adalah milik Jerman, staf Sea Life memanfaatkan Paul awalnya cuma untuk memprediksi pertandingan yang melibatkan Die Panzer --julukan Jerman. Ramalan Paul tepat semua untuk Jerman: menang atas Ghana, Serbia, Australia, Inggris, Argentina, dan akhirnya kalah dari Spanyol pada semifinal. Paul juga benar soal kemenangan Jerman atas Uruguay pada perebutan juara ketiga. Meski tak lagi melibatkan Jerman, Paul tetap diminta meramal pertandingan final dan dia memlih Spanyol sebagai juara. Lagi-lagi benar.

    Walikota Carballino, Spanyol, mengunjunginya dan memberinya piagam penghargaan. Piagam itu bertuliskan "Paul sahabat favorit Kota Carballino". Kebun Binatang Madrid bahkan meminta agar Paul Si Gurita dipindahkan ke Ibukota Spanyol.

    Bila orang-orang Spanyol menginginkannya karena merasa tersanjung akan ramalan Si Paul, Oleg Zhuravsky berbeda. Pemilik Liga Stavok, perusahaan judi Rusia, ini berniat membeli gurita itu dengan harga 100 ribu euro (sekitar Rp 1,2 miliar) untuk
    keperluan bisnis. "Untuk perjudian, tentu saja," katanya. Tawarannya kontan ditolak para pengeloloa Sea Life.

    Tentu saja, ramalan Paul tidak memuaskan semua orang. Sekelompok suporter Argentina mengirim surat berisi ancaman akan membunuh si gurita. Seusai timnya dikalahkan Spanyol pada semifinal, para suporter Jerman ramai-ramai meminta agar pengelola Sea Life membunuh Paul.

    Gunjingan soal Paul bahkan sampai ke ruang sidang Rusia Summit. Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang negaranya gagal lolos ke putaran final, mengaku mendukung Jerman keluar sebagai juara. Kepada para wartawan, Medvedev mengaku menjadikan
    gurita sebagai santapan makam malam bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. "Kami memakan saudaranya (Paul) tadi malam."

    Secara ilmiah, gurita diakui sebagai binatang ber-IQ tinggi seperti anjing. Namun, apakah itu membuatnya punya kemampuan untuk menjadi cenayang? Seorang yang mengaku sebagai pakar komunikasi hewan asal Inggris, Michelle Childerley, punya jawaban yang logis.

    "Semua binatang, seperti juga makhluk hidup yang lain, memiliki kemampuan cenayang, kemampuan bertelepati dengan spesies lain. Anjing, misalnya, terkadang bisa merasakan sesuatu yang dirasakan pemiliknya sebelum orang itu mengatakan sesuatu.
    Begitu pula dengan Paul. Dia merasakan apa-apa yang dirasakan orang yang mengelilinginya. Dia tahu bahwa ada dua kotak di depannya (berisi bendera negara), dia tinggal memilih kotak yang dipilih oleh mayoritas pikiran orang yang
    mengelilinginya."

    Merujuk penjelasan Childerley, seharusnya suporter Jerman menyalahkan orang-orang yang mengelilingi Paul saat meramal pertandingan Jerman versus Spanyol. Artinya, para pengunjung Sea Life saat itu mayoritas menjagokan Spanyol.

    Ini berbeda dengan saat Paul meramal final Euro 2008 yang melibatkan Jerman dan Spanyol. Karena mayoritas pengunjung menjagokan negara mereka, Paul pun memilih Jerman. Faktanya, Spanyol yang menang. Mungkin, ini membuat kepercayaan diri
    suporter Jerman menyurut saat kesebelasan mereka bertemu lagi dengan Spanyol, pada semifinal Piala Dunia. Alam bawah sadar mereka lebih menjagokan Spanyol. Dan pikiran itu yang dipilih Paul.

    Untuk menghindari hal-hal negatif, pengelola Sea Life memutuskan tidak lagi menugasi Paul untuk merama. "Paul akan kembali ke pekerjaan sebelumnya, membuat anak-anak tertawa," kata juru bicara akuarium, Tanya Munziq.

    Selamat "pensiun", Paul.

    ANDY MARHAENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.