SM Britama Dipecah Dua untuk Nasional dan ASEAN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Satria Muda Agung Sunarko (kanan) dihadang pebasket Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan, Yudi Setiawan (kiri) ketika mengoper bola dalam pertandingan Indonesian Basketball League, Jakarta, Senin (26/1). ANTARA/Rosa Panggabean

    Pebasket Satria Muda Agung Sunarko (kanan) dihadang pebasket Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan, Yudi Setiawan (kiri) ketika mengoper bola dalam pertandingan Indonesian Basketball League, Jakarta, Senin (26/1). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim bola basket Satria Muda Britama terpaksa memecah kekuatan timnya menjadi dua agar bisa mewujudkan harapannya mempertahankan juara Nasional Basketball League (NBL) sekaligus juara Asean Basketball League (ABL). Strategi ini menjadi pilihan manajemen SM Britama karena ada larangan pemain NBL merangkap main di turnamen lain.

    “Membagi menjadi dua tim itu tidak gampang tetapi ini menjadi strategi agar bisa meraih dua kans juara,” kata Fictor Gedeon Roring, Pelatih Kepala SM Britama, saat jumpa wartawan di kawasan Pakubuwono, Rabu (28/7). Kedua turnamen itu bagi SM Britama sama-sama penting.

    Pemain andalannya, seperti Ronny Gunawan, Youbel Sondahk, Amin Priantoro, Christian Ronaldo Sitepu akan fokus bermain di NBL. Menurut Ito, sapaan akrab Fictor, tantangan bermain di tingkat nasional saat ini besar. Tim-tim lawan seperti Flexy Garuda Bandung, Pelita Jaya, CLS, Bima Sakti, Stadium mengalami perkembangan pesat. Sehingga, pemain andalan itu masih diperlukan untuk memperkuat tim.

    Di ABL, SM Britama akan diperkuat Mario Wuysang dari Flexy Garuda Bandung. Untuk mendapatkan kontrak pemain berkepala plontos itu selama tiga tahun, SM Muda harus mengorbankan Wedha Wijaya sebagai barternya. “Sebenarnya berat melepas Wendha tetapi itu pilihan terbaik, kita butuh Wuysang di ABL,” kata Ito.

    Wuysang akan didampingi tiga pemain muda SM Britama, Rian Ferdian, Muhammad Firmansyah, dan Abdul Fatah Arifin. Mereka nantinya bergabung dengan lima pemain asing ditambah tiga pemain nasional berpengalaman yang akan dikontrak SM Britama.

    Ito mengatakan saat ini SM Britama tengah melobi untuk mendapatkan pemain dari Filipina, Thailand, dan juga pemain nasional yang kaya pengalaman. Dua pemain asal Amerika Serikat, Alexander Hartman dan Nakiea Miller, yang sebelumnya memperkuat SM Britama tahun lalu kemungkinan besar akan bermain lagi.

    Apabila tidak ada larangan bermain rangkap di NBL dan IBL, Ito sempat berpikir akan menerapkan strategi rotasi pemain yang bermain di NBL karena kehilangan kesempatan menjajal turnamen yang lebih tinggi untuk meningkatkan kemampuannya.

    Ronny yang sebelumnya bermain di NBL dan ABL, harus rela kehilangan kesempatan bermain di ABL musim ini. Ia mengaku sebenarnya lebih memilih bermain di ABL yang banyak variasi dan lebih menantang ketimbang NBL. Tetapi sebagai pemain profesional ia hanya bisa terima keputusan manajemen. “Saya mentaati manajemen,” katanya.

    Presiden SM Britama Erick Thohir menilai aturan yang muncul ini sebagai persoalan yang harus dihadapi. Kondisi ini akan dijadikan sebagai kondisi yang pas untuk regenerasi pemain. “Ini saatnya kita melakukan regenerasi, satu atau dua tahun lagi kita akan memiliki pemain-pemain baru,” katanya.

    Dari daftar pemain SM Britama muncul tiga pemain muda, seperti Galank Gunawan, Schiffo Julian Liogu, Firdaus J. Ahmad, Vamiga Michel yang akan berlaga di NBL.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.