Tim Sofbol Putri Indonesia Runner Up

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim sofbol putri Indonesia kMerah kemarin meraih juara runner up kejuaraan Asean Women Softball Championship 2010 di Lapangan Sofbol Cemara 3, Senayan, Jakarta, 29 Juli-1 Agustus.

    Kampiun juara ditempati Filipina. Usai kejuaraan ini, tim sofbol putri akan menjalani program latihan persiapan Asian Games 2010 di Guangzhou November mendatang. Hasil ini sesuai prediksi Pengurus Besar Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi).

    Menurut Ketua Umum Perbasasi, Gugun Yudinar, tim sofbol putri Indonesia masih unggul dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara, tetapi belum bisa mengimbangi Filipina. “Di semua lini, Filipina unggul,” kata Gugun.

    Dalam babak final four yang mempertemukan empat tim terbaik, Indonesia Merah dikalahkan Filipina 4-1. Saat bertemu Thailand yang menang atas Singapura 11-10, Indonesia Merah unggul 6-1. Kemenangan itu mempertemukan kembali Indonesia Merah dengan Filipina di babak grand final. Namun, Indonesia Merah gagal mengimbangi Filipina 5-0.

    Pelatih tim Indonesia Merah, Tony Montana, menilai hasil yang dicapai sudah bagus. “Dengan persiapan latihan hanya dua minggu, hasil ini cukup,” katanya. Hasil yang dicapai mungkin akan berbeda apabila persiapan latihan dilakukan secara serius minimal sebulan.

    “Kalau persiapannya lebih matang, saya optimistis bisa juara,” kata Puri Indraswari Deswapariyanti menambahkan. Putri merupakan pemain terbaik saat menghadapi Filipina di final.

    Gugun menambahkan, sebagian besar pemain tim Indonesia Merah akan dipilih untuk menjadi tim inti yang akan dipersiapkan maju ke Guangzhou. Ditambah beberapa pemain pilihan dari tim Indonesia Putih yang kemarin gagal lolos final four. “Kemungkinan 90 persen dari tim Merah,” katanya.

    Sebanyak tujuh belas pemain inti itu nantinya akan mulai menjalani program latihan bersama usai hari raya lebaran. Selain berlatih di lapangan, kata Gugun, pemain juga akan diberikan kelas teori. Gugun menilai para pemain Indonesia kurang menguasai teori sofbol. “Teori itu penting,” kata mantan pemain sofbol ini.

    Walapun persiapan ke Guangzhou sudah sebagian dijalankan, tetapi PB Perbasasi belum mendapatkan izin secara resmi dari Satuan Pelaksana Prima. Untuk memastikan mendapat izin berlaga, Gugun akan menemui ketua Satuan Pelaksana Prima, Tono Suratman, Senin besok. “Secara lisan Ketua KONI sudah setuju, tinggal Ketua Pelaksana Prima,” kata Gugun.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.