Ujian Panas buat Trio Heat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemaian Miami Heat Jemaine O'Neal (kiri) menghindari pemain Chicago Bulls Chris Richard pada pertandingan bola basket paruh pertama  NBA di Chicago (26/03). AP Photo/John Smierciak

    Pemaian Miami Heat Jemaine O'Neal (kiri) menghindari pemain Chicago Bulls Chris Richard pada pertandingan bola basket paruh pertama NBA di Chicago (26/03). AP Photo/John Smierciak

    TEMPO Interaktif, New York - Tim Miami Heat langsung mendapat pertandingan awal yang sulit saat memulai kompetisi Liga Basket Amerika (NBA) musim 2010/2011. Heat yang kini memiliki tiga pemain bintang NBA yaitu Dwyane Wade, LeBron James, dan Chris Bosh tidak akan memulai Liga dari markas mereka, tapi bertanding di kandang Boston Celtics, lawan yang terhitung "kelas berat."

    Heat akan bertandang ke markas Celtics yang merupakan juara Wilayah Timur musim lalu di Stadion TD Garden pada 26 Oktober. Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian terberat bagi Heat untuk membuktikan bahwa mereka tidak salah menggabungkan tiga pemain hebat dalam satu tim. Pertandingan ini bakal ramai karena Celtics juga memiliki "The Big Three" layaknya Heat, yaitu Kevin Garnett, Paul Pierce dan Ray Allen.

    Sebelumnya, banyak orang, termasuk legenda NBA, Michael Jordan, yang menilai bahwa menggabungkan James, Wade dan Bosh dalam satu tim adalah tindakan keliru. Selama ini kebanyakan tim di NBA hanya bergantung pada duet pemain hebat dan jarang memasang trio bintang dalam satu tim apalagi di daftar utama. Tapi Celtics berhasil mendapat keuntungan dengan menggabungkan tiga pemain bintang dan jadi juara pada 2008.

    Heat tampaknya tak peduli dengan resiko dari egoisme pemain itu karena James, Wade dan Bosh adalah teman dekat. Hal ini yang menjadi keuntungan besar bagi Heat dalam menjalani kompetisi. Ketiga pemain itu dikenal sangat agresif dan produktif dalam mencetak angka. James dan Wade bahkan mampu membuat catatan triple-double dalam satu pertandingan.

    Jika Heat mendapat ujian pertama di markas Celtics, maka pertandingan perdana mereka di markas sendiri, Stadion AmericanAirlines Arena, pada 29 Oktober juga tak kalah berat. Heat bakal menghadapi rival mereka di Divisi Tengara, Orlando Magic, yang masih diperkuat oleh pemain center terbaik NBA, Dwight Howard. Magic pernah masuk final NBA pada 2009 dan musim lalu mereka takluk di tangan Celtics pada final Wilayah Timur.

    Jika dua pertandingan itu masih kurang "panas", maka pertandingan antara Heat dengan juara bertahan Lakers di Staples Center, Los Angeles, pada 25 Desember bakal menyedot perhatian penggila basket. Bryant, yang sudah mengumpulkan lima cincin juara, masih ada di Lakers bersama tandemnya yang berasal dari Spanyol, Pau Gasol.

    Ini adalah laga penting bagi kedua tim setelah Lakers menukar pemain center andalannya, Shaquille O'Neal, pada 2004 ke Heat. Lakers seperti membuat kesalahan besar dengan membuang O'Neal karena dia justru mampu membawa Heat jadi juara NBA pada 2006.

    Pihak Liga sendiri baru akan mengumumkan jadwal lengkap kompetisi pada 10 Agustus mendatang. Namun pengumuman jadwal pertandingan pada minggu pembuka kompetisi tersebut sudah cukup untuk membuat situasi persaingan di NBA sudah berjalan ketat sejak awal, setidaknya untuk Heat dengan trio barunya.

    AP | NBA | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.