Pembalap Sepeda Bertempur di Etape Jakarta-Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembalap sepeda jalan raya akbar Speedy Tour d'Indonesia melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (23/11). Tempo/Tony Hartawan

    Sejumlah pembalap sepeda jalan raya akbar Speedy Tour d'Indonesia melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (23/11). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - JAKARTA –Kejuaraan balap sepeda Speedy Tour d'Indonesia akan diselenggarakan 24 Oktober- 4 November nanti. Peserta direncanakan akan melewati sembilan etape dari Jakarta ke Bali dengan panjang total sekitar 1.172 kilometer.

    “Etape pertama sepanjang 60 kilometer dilakukan time trial dan etape terakhir criterium atau circuit rate di Renon, Denpasar sepanjang 12 kilometer,” kata Eva Catharina, perwakilan dari Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia saat jumpa wartawan di Jakarta, Rabu (4/8).

    Setelah Jakarta, pembalap akan melanjutkan dengan road race mengambil rute Bandung – Cirebon – Pekalongan – Semarang – Yogyakarta – Madiun – Surabaya – Gilimanuk – Denpasar, dan penutupan akan digelar di alun-alun Rangon. “Cirebon ke Pekalongan dan Pekalongan ke Semarang, merupakan rute baru,” kata Eva menambahkan.

    Kejuaraan terbesar di Indonesia yang sudah menjadi kegiatan rutin badan dunia UCI (United Cysliste Internationale) ini rencananya diikuti 20 tim yang terdiri dari sepuluh tim lokal dan sepuluh tim Luar Negeri. Mereka akan memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia dan hadiah total senilai 100.000 Dolar Amerika Serikat. Hadiah uang tunai akan diberikan pada juara-juara tiap etape, baik tim maupun individu.

    Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, sebagai spronsor utama kejuaraan ini, menilai perlombaan balap sepeda ini sekaligus kan menjadi pendorong sektor pariwisata dalam negeri. “Kejuaraan bertaraf internasional ini akan menjadi salah satu wahana mendorong kepariwisataan Indonesia,” katanya.

    Pada kejuaraan besar itu, pembalap road race nasional, Ryan Ariehaan dan Tonton Susanto tidak akan ikut berlaga. Kedua pembalap asal Garut itu haru konsentrasi persiapan Asian Games di Guangzhou November nanti. “Tidak boleh ikut karena waktu selesainya mepet dengan keberangkatan ke Guangzhou,” kata Ryan.

    Pembalap nasional Asian Games, kata Ryan, rencananya akan dikirim ke luar negeri untuk melakukan training camp. Nomor road race dan trek berlatih di Belanda, dan nomor BMX berlatih di Amerika Serikat. “Semoga rencana itu benar dilaksanakan,” kata pembalap yang menyumbang emas di SEA Games Laos 2009 lalu.

    Walapun tidak akan berlaga, Ryan mengusulkan agar diperbanyak lintasan datar agar kompetisi lebih seru. Apabila banyak lintasan tanjakan, kata Ryan pembalap Iran nanti yang akan mendominasi kejuaraan.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.