Dedeh Penentu Estafet Jakarta Raih Emas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Dedeh Erawati menjadi penentu regu estafet DKI Jakarta di nomor 4 x 100 meter pada Kejuaraan Nasional Atletik 2010 yang berlangsung di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (6/8).

    Pelari gawang 100 meter putri ini berhasil melewati garis finis tepat di 46.93 detik, sekaligus meraih emas bagi DKI Jakarta. Urutan kedua ditempati Jawa Timur 47.22 detik selanjutnya, Nusa Tenggara Barat, 42.27 detik.

    Dedeh memang diturunkan di tiga nomor sekaligus untuk mendongkrak perolehan medali bagi DKI Jakarta. Pelari berusia 31 tahun ini sebelumnya telah menyumbang emas dari nomor lari gang 100 meter putri dan lari 200 meter. “Memang penginnya sumbangan dua medali individu dan satu beregu,” kata Dedeh.

    Dari hasil perolehan medali sementara, Jakarta menempati urutan kedua klasemen dengan lima emas, empat perak dan tiga perunggu. Kedudukannya satu tingkat di atas Jawa Barat dengan lima emas, tiga perak dan satu perunggu. Sedangkan pimpinan klasemen masih dipegang Jawa Timur dengan tujuh emas, empat perak dan tiga perunggu.

    Salah satu tambahan emas Jawa Timur diperoleh dari pelari veteran Ester Sumah yang kini berusia 44 tahun. Memasuki masa senja kala, pemegang rekor nasional nomor lari 800 meter dengan catatan waktu 2 menit, 6.11 detik di tahun 1993 ini belum tertandingi. Kali ini ia mencatat waktu 2 menit, 17.74 detik. Di belakangnya, Daryanti dari Yogyakarta mencatat waktu 2 menit, 18.32 detik.

    Dua emas didapat dari nomor lari 400 meter putra dan putri yaitu Heru Astariyanto (23 tahun) dengan 48.23 detik dan Musyafidah (22 tahun) dengan 58.25 detik.

    “Di antara provinsi lain, Jawa Timur paling konsisten dalam pembinaan usia mudanya,” kata Tigor Tanjung, Sekretaris Jenderal Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, di Jakarta, Jumat (6/8). Sehingga, Jawa Timur banyak menghasilkan atlet-atlet baru.

    Selain Jawa Timur, Tigor menambahkan Nusa Tenggara Barat saat ini juga tengah giat membina atlet mudanya dari usia belia. Keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan bisa dilihat perolehan medali. NTB menempati posisi empat dengan empat emas, tiga perak dan empat perunggu. “Rata-rata penyumbang emas adalah atlet muda,” kata Tigor.

    Di nomor lari 10 ribu meter, atlet nasional lari jarak jauh putra, Agus Prayogo tidak tampil ke lapangan. Ia sengaja tidak turun karena sedang fokus memperbaiki catatan waktunya. “Kalau saya turun tetap tidak bisa mencatat waktu lebih baik dari waktu terbaik yang pernah saya ciptakan, jadi lebih baik tidak turun,” katanya.

    Pelari tercepat di nomor 10 ribu dipegang oleh Yahuza, dengan 31 menit, 15.28 detik. Tetapi, Yahuza tidak berhak mendapat medali karena ia bermaslah di administrasi.pelari nasional ini didaftarkan dua provinsi yaitu Kalimantan Timur dan Bangka Belitung.

    Sehingga emas diberikan kepada pelari asal Bali, Nicolas A Silva dengan catatan waktu 31 menit, 30,07 detik. Urutan kedua dipegang pelari Jawa Barat atas nama I Gusti Gede Karang A dengan 32 menit, 30.50 detik. Dan urutan ketiga ditempati Amir Said dari Sulawesi Selatan. Menurut Agus, peraih medali nomor itu adalah tentara seperti dirinya.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.