Pembalap Pelatnas Akan Berlatih di Belanda dan Amerika Serikat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pembalap sepeda nasional yang diproyeksikan maju ke Asian Games di Guangzhou, November mendatang, akan dikirim ke Belanda dan Amerika Serikat untuk menjalani latihan dan uji tanding selama tiga bulan, mulai 25 Agustus nanti. Upaya ini dilakukan Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia untuk bisa membawa pulang medali dari Guangzhou.

    Denny Gumulya, manajer tim Asian Games ISSI, mengatakan tujuh pembalap pelatnas akan dibagi menjadi dua grup. Satu grup terdiri dari Santia Tri Kusuma dan Yanti Pujiyanti dari nomor Track serta Ryan Ariehaan Hilmart dan Tonton Susanto dari nomor Road Race ke Alkmaar, Belanda. Grup kedua terdiri dari Puguh Anandi, Risa Susanti, dan Tony Saefudin dari nomor BMX akan dikirim ke San Diego, Amerika Serikat.

    “Mereka akan banyak bertanding di sana karena hampir setiap hari ada perlombaan,” kata Denny saat temu wartawan di kawasan Gandaria, Rabu (11/8). Selain itu, alasan ISSI mengirim mereka kesana, untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan di sana. “Cuaca di sana besok hampir sama dengan cuaca saat bertanding di Guangzhou nanti,” Denny menambahkan.

    Denny menilai latihan try out itu cukup untuk persiapan tanding. Pengusaha makanan Japfa ini, optimistis bisa meraih medali dari Guangzhou. Ia melihat peluang medali bisa diraih oleh Santia Tri Kusuma dari nomor Trek atau dari nomor Road Race melalui Ryan Ariehaan dan Tonton Susanto. Akan tetapi, peluang untuk pembalap lainnya juga ada.

    Apabila mendapat ijin, Denny juga berencana semua pembalap nasional itu akan dikirim ke Shenzhen Cina setelah dari Belanda dan Amerika Serikat. “Kalau diijinkan, kita bisa berlatih di veldrum di dekat venues untuk Asian Games,” kata Denny.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.