Kido Mengurungkan Niat Mangkir dari Kejuaraan Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markis kido-Hendra Setiawan. AP/Mark Baker

    Markis kido-Hendra Setiawan. AP/Mark Baker

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pebulutangkis ganda putra terbaik Indonesia, Markis Kido, mengurungkan niatnya mangkir di Kejuraan Dunia di Paris, Prancis, 23-29 Agustus nanti. Walaupun kecewa karena tidak didaftarkan ke Cina Master Super Series, September nanti, ia bertekat tetap menampilkan permainan terbaiknya bersama Hendra Setiawan, di Paris nanti.

    Kido mengubah keputusannya karena, Ketua Umum I Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Sabar Yudosuroso berjanji tidak akan mempersulit proses pendaftaran untuknya. Kido/Hendra bisa mendaftar dari klub langsung ke Pengurus Besar PBSI dengan tembusan ke Pengurus Propinsi.

    “Pak Sabar menjamin bisa mendaftar langsung dari klub ke PB PBSI,” kata Kido saat jumpa wartawan di kawasan Senayan, Kamis (12/8). Kido mengaku Sabar mengatakan itu langsung melalui sambungan telpon.

    PBSI tidak mendaftarkan Kido/Hendra ke Cina Master karena tidak ada rekomendasi dari Pengurus Propinsi DKI Jakarta. Padahal secara prosedural, harus mendapat persetujuan dari Pengurus Propinsi baru kemudian ke PBSI Pusat. Ketua DKI Jakarta tidak memberikan rekomendasi pendaftaran karena Kido belum melaporkan kontraknya kepada PB PBSI sesuai dengan Pasal 25 ART PBSI.

    Salah satu Dewan Penasihat PBSI, Justian Suhandinata, menilai aturan itu tidak pas diterapkan sekarang kepada pebulutangkis Indonesia yang sudah keluar dari pelatnas.
    Saat aturan itu dibuat, kata dia, belum belum berpikir ada atlet di luar pelatnas seperti sekarang sehingga ada kewajiban atlet menyumbang 25 persen dari hadiah ke PBSI. “Jangan sampai gara-gara itu, merah putih dikorbankan,” kata Justian.

    Justian mengaku telah menghubungi Sabar agar meluruskan persoalan birokrasi pendaftaran yang terlalu panjang dan rumit itu. “Pak Sabar, sudah setuju pendaftaran selanjutnya akan langsung dari klub ke PB PBSI,” kata Ketua PB Tangkas ini. Selanjutnya, Justian berharap keputusan lisan dari Sabar ditindak lanjuti dengan adanya keputusan tertulis sehingga aturan pendaftaran jelas.

    Adanya jaminan dari Ketua Umum I PBSI ini, Kido/Hendra dapat mengikuti Super Series Jepang 2010 yang akan berlangsung 21-26 September nanti. Namun, untuk Cina Master sudah tidak bisa lagi menyusul karena pendaftaran sudah ditutup Senin kemarin.

    Ivana Lie, mantan pebulutangkis sekaligus staf ahli Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, berharap PBSI memberikan dukungan kepada atlet di luar pelatnas agar mereka bisa berlatih dengan baik. “Tidak perlu berpolemik tentang amatir dan profesional, di dalam atau di luar pelatnas itu hanya mekanisme,” kata Ivana.

    Hal senada juga diungkapkan pelatih Kido/Hendra, Chafid Yusuf. Ia berharap selanjutnya tidak ada lagi permasalahan mengenai pendaftaran agar atlet asuhannya bisa berlatih dengan tenang.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.