Ruslan Tcherbakov Kembali Tangani Susanto dan Irene  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecatur putri Indonesia GMW Irene Kharisma Sukandar (kiri) dan pecatur putra GM Susanto Megaranto saat pertandingan babak ketiga dwitarung internasional JAPFA Chess Festival 2010 di Jakarta, (16/4).  ANTARA/Andika Wahyu

    Pecatur putri Indonesia GMW Irene Kharisma Sukandar (kiri) dan pecatur putra GM Susanto Megaranto saat pertandingan babak ketiga dwitarung internasional JAPFA Chess Festival 2010 di Jakarta, (16/4). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) kembali mendatangkan pelatih Rusia, Ruslan Tcherbakov. Ia akan melatih dua pecatur andalan Indonesia Grand Master Susanto Megaranto dan Grand Master Wanita Irene Kharisma Sukandar sampai pertandingan Asian Games Guangzhou, November mendatang.

    “Tcherbakov pelatih yang pas bagi mereka,” kata Kristianus Liem, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Percasi kepada Tempo, Jumat (13/8). Pelatih asing yang sebelumnya telah menangani Susanto dan Irene sejak Februari lalu ini, kata Kristianus, mempunyai kelebihan dalam penguasaan teknologi.

    Susanto dan Irene akan mulai mengikuti training camp bersama lagi setelah Tcherbakov tiba di Indonesia, 22 Agustus nanti. Mereka kemungkinan akan berlatih di kawasan puncak Cipanas atau di sekolah catur milik Grand Master Utut Adianto di Bekasi. “Belum dipastikan,” kata Kristianus.

    Kristianus menilai setelah berlatih bersama Tcherbakov dilanjutkan berlatih bersama Vladimir Tukmakov di Ukraina, kedua pecatur andalannya itu mengalami peningkatan. Terbukti, Irene berhasil menjuarai level Master Putra di Kejuaraan Invitation Brunai Darusalam, 22 Juli - 4 Agustus kemarin. Namun, Susanto belum teruji karena belum ada perlombaan yang ia ikuti sepulang dari Ukraina.

    Agar ketangguhan kedua pecatur itu semakin meningkat, Tcherbakov perlu mendampingi berlatih untuk semakin menguatkan pemahaman posisi. Menurut Kristianus, kelemahan mereka ada di bagian itu. Mereka, lanjut dia, cenderung masih sering bertindak taktis.

    Mengenai dana untuk mendatangkan pelatih asing, Kristianus mengaku semua pengeluaran sejak Februari lalu menggunakan dana talangan dari berbagai sumber, termasuk sumbangan dari pengurus tinggi percasi. “Nanti akan diganti setelah dana dari Prima turun,” katanya.

    Setelah program pelatihan persiapan Asian Games berjalan, Kristianus mengaku mulai limbung karena dana penggantian kemungkinan tidak mengcover semua biaya yang telah dikeluarkan Percasi. Walaupun kondisinya begitu, kontrak dengan pelatih Rusia itu tetap dilanjutkan. “Kita tidak mungkin membatalkan perjanjian hanya karena dana, itu akan memalukan percasi,” katanya.

    Kristianus berharap sisa waktu yang ada sebelum ke Guangzhou, bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga kedua pecatur Indonesia bisa menunjukkan penampilan terbaiknya dan membawa pulang medali.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.