Andy Murray Juara di Toronto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andy Murray. REUTERS/Mike Cassese

    Andy Murray. REUTERS/Mike Cassese

    TEMPO Interaktif, Toronto - Andy Murray berhasil mempertahankan gelarnya di Toronto Masters. Di partai final, unggulan keempat asal Skotlandia itu menaklukkan unggulan ketiga asal Swiss, Roger Federer, dengan dua set langsung 7-5, 7-5.

    Murray benar-benar menunjukkan keuletannya di Toronto. Ia menyingkirkan petenis nomor satu dunia asal Spanyol, Rafael Nadal, di babak semifinal. Saat menundukkan Federer, petenis berusia 23 tahun itu juga memperlihatkan ketabahan saat pertandingan beberapa kali tertunda karena hujan. Dengan demikian, Murray berhasil menjadi petenis pertama yang mempertahankan gelar di Toronto sejak Andre Agassi melakukannya pada 1995.

    “Memenangi sebuah turnamen selalu terasa luar biasa,” kata Murray. “Ini adalah pertama kalinya aku mengalahkan Roger dan Rafa dalam turnamen yang sama, yang barangkali adalah turnamen yang paling menyenangkan. Dan aku tidak kehilangan satu set pun melawan keduanya—jadi ini sangat bagus bagi kepercayaan diriku menjelang pekan-pekan ke depan ( di grand slam Amerika Serikat Terbuka).”

    Murray dan Federer terakhir bertemu di final Australia Terbuka pada awal tahun. Federer menang relatif mudah saat itu. Kemenangan waktu itu juga menjadikannya petenis pemegang gelar nomor tunggal terbanyak di dunia hingga saat ini. Federer, tercatat sudah mengoleksi 16 grand slam.

    Pertandingan antara Murray dan Federer beberapa kali tertunda karena hujan. Bahkan awal pertandingan pun tertunda 15 menit. Saat laga akhirnya dimulai Murray langsung menunjukkan keunggulannya. Ia dua kali mematahkan servis Federer. Namun Federer membalasnya hingga laga menjadi ketat, terutama saat kedudukan 5-5. Pada saat kedudukan kritis ini, Murray kembali berhasil mematahkan servis Federer dan merebut game terakhir pada giliran servisnya.

    “Dia bermain bagus,” kata Federer. “Dia tidak memberiku banyak kesempatan. Dia layak memenangkan pertandingan.”

    Murray sedang tertinggal 2-1 pada set kedua saat hujan kembali mengguyur dan menunda pertandingan selama 45 menit. Ia berhasil menyamakan kedudukan 2-2 setelah servisnya gagal dibendung Federer. Namun hujan kembali turun di sore hari menunda pertandingan sekitar satu jam. Setelah reda, pertandingan mirip di set pertama. Kedua petenis berada dalam kedudukan 5-5 dan Murray akhirnya merebut dua game terakhir.

    “Hujan yang menunda pertandingan membuatku kesulitan menemukan ritme permainan,” ungkap Federer yang di babak semifinal mengalahkan unggulan kedua asal Serbia, Novak Djokovic.

    AP/ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?