Cavaliers Masih Diperhitungkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • LeBron James. AP/Nam Y. Huh

    LeBron James. AP/Nam Y. Huh

    TEMPO Interaktif, Cleveland:Tim Cleveland Cavaliers seperti menghadapi masa suram menjelang dimulainya Liga Basket Amerika (NBA) musim 2010/2011. Kehilangan sang bintang, LeBron James, setelah tujuh tahun memimpin tim itu menjadi pukulan terbesar bagi klub dan para fan Cavaliers. Kini Cavaliers tak memiliki pemain tumpuan seperti James dan itu bisa membuat kekuatan mereka merosot. Namun Cavaliers tetap menjadi tim yang diawasi di NBA.

    Kini dengan pemain andalan tersisa seperti Mo Williams, Antawn Jamison dan Anderson Varejao, Cavaliers bakal menghadapi musim yang makin sulit. Ketiga pemain itu bisa diandalkan tapi tetap saja Cavaliers sudah kehilangan pesona James. Namun hal itu tidak membuat para pemain lain bisa meremehkan Cavaliers.

    "Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada mereka. Pemimpinnya sudah pergi dan kau tak akan tahu bagaimana mereka menemukan permainannya lagi untuk menyerang seperti dulu. Tapi aku tahu bahwa mereka akan bermain lebih keras lagi," kata pemain guard Chicago Bulls, Derrick Rose.

    Rudy Gay, pemain forward Memphis Grizzlies sekaligus tim nasional Amerika Serikat, menyatakan Cavaliers adalah tim dengan organisasi permainan yang bagus dan akan menemukan cara untuk bermain tanpa James. "Aku tak bisa bilang semuanya akan kembali normal karena mereka belum memainkan satu pertandingan pun. Tapi rasanya mereka punya komitmen untuk menang meski tanpa LeBron," katanya.

    James memang punya pengaruh yang besar di Cavaliers. Kevin Durant, pemain forward Oklahoma City Thunder, mengatakan permainan Cavaliers benar-benar berada di bawah kendali James. "James yang mengatur semuanya dan dia pemain yang handal dalam rebound, mengumpan dan mencetak angka. Ketika tim kehilangan pemain sepertinya, situasi pasti berubah sulit," kata Durant. "Mereka akan merindukan James musim depan tapi aku yakin tim itu bisa jadi lebih baik."

    Bersama James, Cavaliers meraih dua gelar juara Divisi Central serta satu kali jadi juara di Wilayah Timur. Di bawah asuhan pelatih Mike Brown, Cavaliers pun menjadi tim langganan playoff dalam lima tahun terakhir. Namun manajemen klub memilih untuk memecat Brown karena gagal membuat Cavaliers masuk ke final NBA musim lalu.

    Pemecatan Brown disebut-sebut sebagai usaha untuk mempertahankan James yang kontraknya di Cavaliers habis pada akhir musim lalu. Namun semuanya jadi berantakan karena James ternyata memilih bergabung bersama Heat untuk bermain bersama dua sahabatnya, Dwyane Wade dan Chris Bosh. Cavaliers kini ditangani oleh Byron Scott yang pernah mendapatkan gelar pelatih terbaik 2008 dan sebelumnya melatih New Jersey Nets dan New Orleans Hornets.

    AP | NBA | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.