Nadal: Saya Bukan yang Terbaik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Nadal. AP/Mike Groll

    Rafael Nadal. AP/Mike Groll

    TEMPO Interaktif, Madrid - Petenis Spanyol, Rafael Nadal, kembali ke negaranya dengan kebanggaan besar setelah berhasil menjuarai turnamen grand slam Amerika Serikat Terbuka untuk pertama kalinya setelah menumbangkan Novak Djokovic, Senin (13/9) waktu setempat atau Selasa (14/5) waktu Indonesia. Meski kini sudah memiliki koleksi trofi lengkap dari empat grand slam berbeda, Nadal mengaku ia bukanlah petenis terbaik.

    Dengan meraih kemenangan di Amerika Serikat Terbuka, Nadal kini sudah memiliki total sembilan trofi grand slam dan menjadi petenis ketujuh yang mampu menjuarai empat turnamen tenis tertinggi itu. Tahun ini, petenis berusia 24 tahun itu juga membuat prestasi dengan menjuarai tiga grand slam yaitu Prancis Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka sekaligus. Petenis terakhir yang melakukan hal serupa adalah Rod Laver pada 1969.

    Namun Nadal tampaknya belum yakin apakah dia bisa menambah jumlah koleksi trofi juaranya. Apalagi pesaing utamanya dari Swiss, Roger Federer, memegang rekor juara grand slam terbanyak dengan 16 trofi dan masih tetap menjadi unggulan.

    "Sekarang aku menjadi bagian kecil dalam sejarah tenis setelah memenangi turnamen terakhir itu. Tapi aku masih 24 tahun jadi kita lihat nanti sampai di mana aku bisa menyelesaikan karier tenisku," ujar Nadal.

    Petenis yang dijuluki "Raja Lapangan Tanah Liat" itu belum mau memberikan target untuk grand slam berikutnya. "Aku belum tahu apakah bakal bisa mendapatkan kemenangan lagi. Tidak ada yang tahu kapan kondisi seperti ini dimulai atau berhenti,' kata Nadal yang masih kokoh sebagai petenis nomor satu dunia.

    Dari seluruh kemenangan grand slam yang dikumpulkan, Nadal menganggap trofi Prancis Terbuka perdananya pada 2005 paling istimewa. Berikutnya adalah trofi perdananya di Wimbledon pada 2008 setelah menumbangkan Federer, medali emas di Olimpiade Beijing 2008, Australia Terbuka 2009, serta Piala Davis 2004.

    Kesulitan yang dihadapi sejak pertengahan 2009 akibat cedera lutut dan perut yang mendera membuat Nadal justru semakin bersemangat berkompetisi. Ia berhasil membuktikannya dengan menyabet tiga gelar grand slam sekaligus tahun ini.

    "Aku ingin hasil terbaik saat kembali ke lapangan. Kini aku benar-benar bisa melakukannya lebih baik dari sebelumnya. Itu luar biasa," kata Nadal.

    AP|GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.