Pecatur Indonesia versus Cek Imbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecatur putri Indonesia GMW Irene Kharisma Sukandar (kiri) dan pecatur putra GM Susanto Megaranto saat pertandingan babak ketiga dwitarung internasional JAPFA Chess Festival 2010 di Jakarta, (16/4).  ANTARA/Andika Wahyu

    Pecatur putri Indonesia GMW Irene Kharisma Sukandar (kiri) dan pecatur putra GM Susanto Megaranto saat pertandingan babak ketiga dwitarung internasional JAPFA Chess Festival 2010 di Jakarta, (16/4). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pecatur nasional putri Grand Master Wanita (GMW) Irene Kharisma Sukandar (rating Elo 2372) memberikan kejutan di detik-detik akhir dan dengan memaksa remis pada pecatur andalan Republik Cek, Women Grand Master (WGM) Eva Kulovana (2359) pada pertandingan ronde kesembilan Olimpiade ke-39  di Khanty Mansiysk, Rusia, Kamis (30/9) waktu setempat.

    Dalam waktu hampir bersamaan, Women FIDE Master (WFM) Chelsie Monica Sihite (2014) yang sempat diprediksikan bakal kalah, tiba-tiba mampu menyelesaikan pertarungan melawan Women International Master (WIM) Olga Sikorova (2290) dengan remis.

    “Sungguh di luar dugaan, karena saya lihat mereka berdua pasti akan kalah. Tapi Chelsie mampu keluar dari tekanan lawannya, begitu juga Irine yang menemukan jalan dari situasi yang tak menguntungkannya,” ujar Ruslan Scherbakov, pelatih tim Indonesia asal Rusia dalam konferensi persnya yang diterima Tempo, Jumat (1/10).

    Hasil remis kedua pecatur itu membuat hasil keseluruhan, Indonesia melawan unggulan keduapuluh, Republik Cek berakhir imbang 2-2. Sebelumnya, WFM Dewi AA Citra(1987) berhasil mewujudkan tekatnya menang atas WIM Kristyna Havlikova (2318). Tetapi, Baiq Vina Lestari (2177) kalah atas WGM Katerina Nemcova (2283).

    Walaupun berhasil menahan imbang Republik Cek, rangking putri Indonesia tidak juga bergerak naik tetapi malah merosot tiga tingkat, dari 42 menjadi 45 dunia dari total 115 tim peserta dari 110 negara. Untuk bisa mendongkrak rangking, Indonesia harus bisa memenangi dua ronde terakhir. Ronde kesepuluh, Indonesia akan berhadapan dengan Filipina yang didominasai dengan pecatur muda.

    Peringkat tim putra Indonesia juga semakin terpuruk, dari peringkat 53 merosot ke peringkat 87 dari 149 tim peserta dari 142 negara. Penurunan drastis ini terjadi setelah tim putra Indonesia gagal mengatasi Yordania pada pertandingan ronde kesembilan. Padahal seharusnya di atas kertas, Indonesia bisa mengungguli lawannya itu.

    FIDE Master Anjas Novita (2356) membuka pertarungan dengan hasil remis saat menghadapi FM Sameer Mansour (2283). Kemudian, Grand Master (GM) Susanto Megaranto (2516) berhasil mengalahkan IM Sami Khader (2449). Sehingga, Indonesia sempat unggul 1,5-0,5.

    Namun, keunggulan itu berakhir setelah IM Irwanto Sadikin (2419) kalah dari Candidat Master (CM) Bilal Samhouri (2269). Kemudian, IM Tirta Chandra Purnama (2400)akhirnya menyerah dari FM Ahmad Fawzi Samhouri (2372) setelah bertarung ketat. Hasil akhir pun Indonesia kalah 1,5-2,5 atas Yordania. Pertandingan selanjutnya tim putra Indonesia akan menghadapi Luxembourg.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?