Tim Catur Putri Rangking Tiga Grup C  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irene Kharisma Sukandar. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Irene Kharisma Sukandar. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ambisi tim catur putri Indonesia untuk membawa pulang gelar juara grup C Olimpiade Catur ke-39 di Khanty-Mansiyk, Rusia, gagal terwujud setelah kekalahannya di pertandingan terakhir melawan Lithuania, enin (4/10) atau Ahad (3/10) waktu setempat.

    Hasil akhir, Grand Master Wanita (GMW) Irene Kharisma Sukandar (2372) dan rekan-rekannya harus puas menduduki rangking tiga grup C yang terdiri dari 23 negara dan secara keseluruhan berada di peringkat 43 dari 115 tim peserta.

    Baiq Vina Lestari (2177) yang sebelum menjadi pembuka kemenangan bagi tim saat melawan Filipina, kali ini ia menjadi pemain yang pertama kali kandas di tangan Women International Master Simona Limontaite (2187). Tetapi, kemenangan Irene atas WGM Deimante Daulyte (2307) membuat kedudukan kembali seimbang 1-1.

    Suasana menjadi semakin tegang setelah Women FIDE Master (WFM) Medina Warda Aulia (2011) remis melawan Vesta Kalvyte (2097). Pemain keempat yang menjadi penentu, WFM Dewi AA Citra yang diharapkan bisa meraih kemenangan atas WIM Zivile Sarakauskiene (2171) gagal memetik kemenangan. Sehingga Tim Lithuania unggul 2,5-1,5 atas Indonesia.

    “Sejak awal posisi Citra memang sulit, dan akhirnya ia menyerah,” kata Kristianus Liem, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) dalam konferensi persnya yang diterima Tempo, Senin (4/10).

    Tim Putra, Grand Master (GM) Susanto Megaranto (2516) dan rekan-rekannya imbang 2-2 saat menghadapi Monggolia pada pertandingan terakhir. Sehingga hasil akhir, tim putra hanya bisa menduduki peringkat 67 dari 149 tim peserta.

    FIDE Master (FM) Anjas Novita (2356) tunduk pada FM Namkhai Battulga (2421) sehingga Monggolia langsung unggul 1-0. International Master (IM) Irwanto Sadikin (2419) berakhir remis saat melawan GM Bazar Khatanbaatar (2391). Dan Susanto berhasil menang saat menghadapi GM Bayarsaikhan Gundavaa (2460) sehingga kedudukan imbang 1,5-1,5.

    Pemain penentu,IM Taufik Halay (2358) yang sempat diprediksi kalah melawan Ganzorig Erdene (2330) akhirnya berakhir remis. Sehingga hasil akhir Indonesia melawan Monggolia imbang 2-2.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.