Roddick Belum Terhadang di Jepang Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andy Roddick. AP/Shuji Kajiyama

    Andy Roddick. AP/Shuji Kajiyama

    TEMPO Interaktif,Tokyo:Unggulan kedua Andy Roddick melangkahkan kakinya ke babak perempat final Jepang Terbuka setelah menundukkan petenis peringkat 60 dunia asal Prancis, Jeremy Chardy dua set langsung 6-4, 7-6, Kamis (7/10). Petenis berusia 28 tahun itu akan berhadapan dengan unggulan kelima petenis Prancis, Gael Monfills yang mengalahkan petenis Italia Andreas Seppi 6-4, 6-4.

    Menghadapi Chardy, Roddick tak kesulitan menutup set pertama. Dia baru mengalami kesulitan pada set kedua setelah dipaksa menyelamatkan satu set sebelum memenangkan pertandingan dengan melancarkan pukulan backhand lewat tiebreak.

    “Chardy adalah petenis berbahaya, karena dia bermain dengan mengambil risiko tinggi,” kata Roddick, yang menambahkan bisa melayani permainan lawannya untuk memenangkan pertandingan dengan waktu 91 menit.

    Roddick, yang menembus babak semi final dalam penampilan pertamanya di Tokyo pada 2008, tampil untuk kali pertama sejak tersingkir di putaran kedua Amerika Terbuka.

    Roddick mengaku kini tidak takut untuk bermain panjang. Dia mengatakan telah lama absen yang membuatnya bekerja keras untuk menang kali ini. “tapi senang rasanya bisa menguasai mental ketika bertanding,” katanya.

    Pada pertandingan lainnya, tampil dengan menggunakan kaus tanpa lengan dan celana baggy selutut plus rambut bergaya dread-locked lebih terlihat seperti anak pantai ketimbang seorang pemain tenis. Namun dengan permainan tajamnya ia bisa menundukkan Seppi dua set langsung.

    Pada pertandingan lainnya, petenis Serbia Viktor Troicki mengalahkan unggulan keempat asal Serbia Juergen Melzer 7-6. 3-6, 7-6, untuk bertemu pemenang di Bangkok pekan lalu Guillermo Garcia-Lopez dari Spanyol.

    AP | REUTERS | BGS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.