Satria Muda Tumbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fandi Andhika Ramadhani (tengah) saat National Basketball League (NBL) Indonesia di DBL Arena, Surabaya (16/10). ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/ama/10

    Fandi Andhika Ramadhani (tengah) saat National Basketball League (NBL) Indonesia di DBL Arena, Surabaya (16/10). ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/ama/10

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Satria Muda Britama gagal memetik kemenangan saat menjamu Chang Thailand Slammers pada kompetisi Air Asia ASEAN Basketball League (ABL). Bermain dihadapan pendukungnya di Sportmall Kelapa Gading, hari ini, Mario Wuysang dan rekan-rekannya dipermalukan tim tamu dengan skor 63-84.

    “Kami gagal dalam tim defent dan field goal, sehingga selisih poin sangat jauh,” kata Octaviarro Romelly Tamtelahitu usai pertandingan, Sabtu (16/10). Dibandingkan dengan dua pertandingan sebelumnya saat melawan Singapore Slingers dan Wesport KL Dragons Malaysia, Octaviarro menilai permainan hari ini lebih buruk.

    Dua pemain Amerika Serikat, Marcus Morrison dan Jamal Holden yang diharapkan bisa menyumbang banyak angka untuk Satria Muda, tidak menunjukkan penampilan apik. Berkali-kali kedua pemain itu gagal melakukan tembakan. Morrison hanya bisa mencetak 15 poin, dengan 6 rebound dan 1 asist. Sedangkan Jamal membukukan 17 poin dan 10 rebound.

    “Kami memastikan akan mengganti Jamal dengan pemain asing lain. Saat ini sudah ada nama pemain penggantinya, manajemen akan segera mengurus,” kata Ocky biasa Octaviarro. Untuk pemain asing lainnya, lanjut dia, akan terus dievaluasi. Apabila tidak menunjukkan peningkatan performa akan diganti karena sampai pertandingan kedua belas, pergantian pemain masih bisa dilakukan.

    Ini berbeda dengan tim Slammers. Dixon Jason Lamar, pemain asal Amerika Serikat yang sukses membawa Philipine Patriots menjadi juara ABL ini, menjadi kunci kemenangan Slammers. Pemain center ini menjadi pencetak poin terbanyak yaitu 28 poin dengan 18 rebound dan 3 asist. Disusul kapten tim, Piyapong Piroon, dengan 17 poin dan 3 rebound.

    Pemain impor Slammers asal Kamerun Chris Kuete Lonichi kali ini tidak bermain sebagus biasanya. Kuete terpaksa berhenti bermain di lima menit menjelang akhir pertandingan setelah mengalami cidera karena bertabrakan dengan pemain Satria Muda Marcus Morrison. Sehingga ia hanya bisa membukukan 12 poin, 8 rebound dan 5 asist.

    “Kami bisa bermain kompak, itu menjadi kunci kemenangan kami hari ini,” kata M Raha Delrosario Mortel, Genderal Manajer tim Slammers. Selain itu, Mortel juga memuji pelatihnya Tongkiat Singhasene yang sukses dengan strategi yang diterapkan kali ini.

    Menanggapi soal cedera yang dialami Kuete, Mortel berencana membawa Kuete ke rumah sakit untuk diperiksa. ”Kami akan lihat kondisi Kuete, kalau akhirnya dia tidak bisa main pada pertandingan selanjutnya ini akan merugikan kami. Karena pekan depan kita akan bertemu dengan tim kuat, Philipine Patriots,” kata Mortel.

    Setelah kekalahan ini, maka rekor kekalahan Satria Muda bertambah menjadi dua kali dalam tiga pertandingan. Selanjutnya, tim asuhan Ocky akan menjamu Brunei Barracudas, di Kelapa Gading, Sabtu pekan depan.

    Di tempat terpisah, tim kedua Satria Muda yang bermain di Liga basketball Nasional (NBL) juga menelan kekalahan atas Dell Aspac Jakarta, 58-68 pada pertandingan perdana di DBL Arena, Surabaya, hari ini.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.