Simon dan Sony Diharapkan Pulih Menjelang Asian Games  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Mark Baker

    AP Photo/Mark Baker

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Persiapan pebulutangkis Indonesia menjelang Asian Games XVI Guangzhou, Cina, November mendatang, mencapai tahap akhir. Dua pemain tunggal Indonesia Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro diharapkan pulih dari cedera yang mendera mereka.

    Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Yakob Rusdianto menyatakan, hingga saat ini semua persiapan telah berlangsung baik. "Kami juga masih memantau perkembangan penampilan para atlet yang berlaga di Denmark (Super Series)," kata Yakob di sela-sela konferensi pers turnamen Carrefour Astec Open 2010, Jumat (29/10).

    PBSI secara khusus memang tidak mengirimkan atlet-atlet pelatnas Cipayung ke Denmark. Yang berlaga di sana hanya para atlet profesional seperti Taufik Hidayat - peraih medali emas Asian Games 2006 - , Alvent Yulianto, dan pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan. "Meski ada perbedaan semacam ini, tetapi kami tetap mengagendakan latihan bersama setiap hari Selasa dan Kamis, sehingga tidak perlu diragukan mengenai adanya perbedaan agenda ini," lanjutnya.

    Nova Widianto sudah dipastikan tidak akan berlaga di Guangzhou. Posisinya sebagai pasangan Liliyana Natsir akan digantikan oleh Tontowi Ahmad. Di mata Yakob, adanya perubahan komposisi semacam ini akan memberikan keuntungan tersendiri bagi tim Indonesia. "Di nomor ganda campuran, kekuatan kita masih tidak mudah terbaca lawan," kata Yakob.

    Dari cabang ini diharapkan setidaknya satu medali emas bisa disumbangkan untuk Indonesia, sama seperti empat tahun lalu di Doha. Yakob tidak menentukan nomor mana yang dijagokan untuk meraih medali itu.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.