Herwin Sandang Jaket Kuning dan Merah-Putih Sekaligus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Madiun - Pembalap dari tim Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Herwin Jaya, berhak menyandang Jaket Kuning (Yellow Jersey) dan Jaket Merah-Putih (Red-White Jersey) yang diberikan dalam Etape 6 Tour d’Indonesia yang menempuh jarak 179,4 kilometer dari Yogyakarta dan finish di Alun-Alun Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu siang (30/10).

    Jaket Kuning adalah jaket bergengsi yang diberikan pada pembalap yang memimpin lomba atau membukukan waktu tercepat selama perlombaan hingga etape yang sedang ditempuh. Sedangkan Jaket Merah-Putih diberikan untuk pembalap Indonesia yang memimpin lomba atau membukukan waktu tercepat selama perlombaan hingga etape yang sedang ditempuh.

    Di kategori Yellow Jersey, pembalap kelahiran Probolinggo, Jawa Timur ini membukukan waktu tercepat sejak Etape 1 hingga Etape 6 dengan catatan waktu 13 jam, 56 menit, dan 52 detik. Jaket Kuning ini sebelumnya disandang rekan setimnya, Hari Fitrianto, yang berada di posisi kedua dengan selisih waktu satu detik. Di posisi ketiga diduduki Lex Nederlof, pembalap Belanda dari tim CCN Colossi (CLS) dengan selisih waktu 12 detik. Sedangkan di kategori Red-White Jersey, Herwin dibuntuti Hari dengan selisih waktu satu detik dan Fatahilah Abdulah dari timYogyakarta (YOG) dengan selisih 21 detik.

    Sementara itu, Jaket Hijau (Green Jersey) dikenakan pada pembalap Indonesia lainnya yakni Budi Santoso asal tim United Bike Kencana (UBK) Malang. Kategori ini diperuntukkan bagi pembalap yang mengumpulkan poin tertinggi. Budi di posisi pertama dengan 13 poin dan dibuntuti Herwin Jaya dengan 7 poin dan pembalap tim nasional Malaysia (MAS) yang juga meraih 7 poin.

    "Sejak start saya berusaha tetap berada di rombongan besar agar tidak tertinggal jauh. Strategi ini cukup efektif untuk tetap mencatat waktu terbaik meski saya tidak jadi yang tercepat dalam Etape 6 ini," kata Herwin saat konferensi pers.

    Menurutnya Etape VI ini cukup menantang karena didominasi jalur panjang yang datar. Para pembalap sempat terhalang perjalanan kereta api di beberapa daerah. "Catatan waktu yang saya capai ini juga berkat kerjasama dengan anggota tim Polygon," tandasnya.

    ISHOMUDDIN
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.