Beatrice Gumulya Bertemu Laili Rahmawati di Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Petenis tunggal putri unggulan pertama asal Kalimantan Timur Beatrice Gumulya akan bertemu petenis DKI Laili Rahmawati dalam final Pekan Olahraga Tenis Nasional II di Pusat tenis Kemayoran, Jakarta, Minggu (31/10). 

    "Sebelumnya Beatrice mengalahkan andalan Jawa Barat Nadia Syarifah R dalam 3 set 46-62-61," kata Ketua Umum PP Pelti Martina Widjaja dalam siaran persnya yang diterima Tempo, Minggu. Adapun Laili mengalahkan Fita Tahir (Jawa Barat) 63-61.

    Sedangkan untuk kelompok umur 14 tahun, petenis Kalimantan Timur Achmad Maulana B berhasil ke final setelah mengalahkan andalan Sulawesi Utara Mayrezki Patabang 63-63. Di final Achmad Maulana bertemu petenis Jawa Barat Anggy Pradika yang berhasil mengalahkan petenis DIY Burhannandra 62-26 11-9.

    Untuk putri kelompok umur 14 tahun, masuk final petenis DIY Hanifah Nur setelah mengalahkan petenis tuan rumah DKI Suryaningsih 63-61. Di final Hanifah ketemu Deria N yang behasil mengalahkan petenis DKI Diandra Berliana76(9) - 61.

    Sabtu (30/10), Petenis tuan rumah DKI Ega Uneputty memenangkan partai final perorangan. Ega mengalahkan petenis Riau Aditya Ichsandi di final tunggal putra kelompok umur 19 tahun. Skornya 76 (6) 13 ret.

    Babak puncak perorangan ini dicapai Ega setelah di babak semi final mengalahkan petenis Jawa Timur M. Rizky Widianto 61-61. Sedakan Aditya Ichsandi mengalahkan Bangun Hartanto (Sumatera Utara) 63-76(2).

    Pekan Olahraga Tenis Nasional II yang berlangsung sejak  23 Oktober dan berakhir hari ini,  diikuti oleh 700 petenis dari 28 Pengprov Pelti. “Kami cukup puas dengan kegiatan ini, karena daerah ikut berperan,’’ kata Martina.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.