Subhan: Reli Yunani dan Argentina Terberat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok: www.pertaminaracing.com

    Dok: www.pertaminaracing.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pereli Indonesia, Subhan Aksa, menilai dua seri reli di Yunani dan Argentina dalam kejuaraan Production World Rally Championship (PWRC) 2012 akan menjadi seri terberat. Alasannya, reli Acropolis di Yunani memiliki kontur tanah bebatuan, sedangkan reli Argentina memiliki trek panjang.

    "Berdasarkan pengalaman pada 2008, yang terberat di reli Acropolis, Yunani, adalah dari segi kontur tanah dan suhu," kata Subhan di Jakarta, Senin, 2 April 2012. Subhan akan mengikuti enam seri reli yang akan digelar di beberapa negara Eropa dan Amerika Selatan itu.

    Keenam seri tersebut adalah Rally Argentina pada 27-29 April, Rally Acropolis di Yunani pada 25-27 Mei, Rally of New Zealand di Selandia Baru pada 22-24 Juni, Rallye Deutchland di Jerman pada 24-26 Agustus, Rally d'Italia di Italia pada 18-21 Oktober, dan Rally de Espana di Spanyol pada 8-11 November.

    Subhan pernah menjalani reli Acropolis saat mengikuti kejuaraan PWRC pada 2008. Menurut dia, reli di Acropolis suhunya sangat panas, mencapai 40 derajat Celsius. Kontur tanahnya pun bebatuan sehingga bisa menyebabkan mobil rusak.

    Ketika itu, Subhan sampai harus mengganti pelek sebanyak 20 kali. "Kami frustrasi karena mobil sampai rusak cukup berat," kata Subhan. Dengan pengalaman tersebut, Subhan berharap agar bisa lebih siap menghadapi reli Acropolis di Yunani.

    Sedangkan Argentina memiliki trek yang sangat panjang. Total arena yang dilombakan adalah 500 kilometer. Biasanya panjang arena WRC adalah 350 kilometer. Untuk tahun ini, ada perubahan yang menyebabkan reli Argentina menjadi lebih panjang.

    Untuk menghadapi trek panjang di Argentina tersebut, Subhan telah mempersiapkan beberapa strategi. Salah satunya adalah memodifikasi tangki standar dalam mobil Mitsubishi Lancer Evolution X yang akan ia gunakan.

    Technical Director Subhan Aksa, Wiewie Rianto, mengatakan, jika tangki standar tidak dimodifikasi, mobil Evolution X tidak akan mampu bertahan. "Kami akan memodifikasi tangki dari 15 liter menjadi 70 liter. Kalau tidak ditambah, bisa kehabisan bensin di jalan," ujar Wiewie.

    Sebagai persiapan terakhir menghadapi reli di Argentina, Subhan akan mengikuti kejuaraan nasional di Langkat, Sumatera Utara.

    Pada seri PWRC ini, Subhan akan ditemani oleh Hade Mboi sebagai navigator pada seri pertama di Argentina. Sementara untuk lima seri sisa, ia akan ditemani oleh navigator asal Eropa, Mikko Markkula.

    ANANDA W. TERESIA

    Berita Terkait
    Drama 9 Gol Warnai Debut Stramaccioni di Inter

    Tim Rajawali Indonesia Maju Final Axiata Cup 2012

    Liverpool Telan Tiga Kekalahan Beruntun

    Tommy Sugiarto Tentukan Kemenangan Indonesia

    Ferguson Waspadai Ancaman 3 Tim Papan Bawah

    Liverpool Kalah, Dalglish Kritik Wasit




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H