All England, Indonesia Dominasi Ganda Campuran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet badminton nasional, Markis Kido dan Pia Zebadiah. TEMPO/Vishnu Juwono

    Atlet badminton nasional, Markis Kido dan Pia Zebadiah. TEMPO/Vishnu Juwono

    TEMPO.CO, Birmingham - Indonesia mendominasi babak semifinal All England 2013 pada kategori pasangan ganda campuran. Empat pasangan lolos dengan mudah dari babak turnamen badminton, yang berlangsung di New Indoor Auditorium, Birmingham.

    Juara bertahan Tontowi/Liliyana melaju ke perempat final setelah mengkandaskan perlawanan pasangan Korea Selatan Ki Jung-kim/Kyung Eun-jung dengan straight set 21-5–21-11. Hebatnya lagi, pasangan ini hanya membutuhkan waktu 26 menit buat mengakhiri perlawanan Jung-eun.

    Sebelum Tontowi/Liliyana, pasangan Kido/Pia lolos terlebih dahulu melaju mulus ke perempat final. Kido Pia siap ikut pertandingan di lapangan 3 pada 7 Maret 2013.

    Kepada Tempo, Liliyana mengatakan kemenangan cepat pasangan ini memang disengaja. Pasalnya, Liliyana yang dikenal dengan nama Butet melawan mereka yang peringkatnya di bawah. "Kami ingin menyelesaikan pertandingan secepat mungkin agar mereka mengikuti irama permainan kami," kata Liliyana. "Supaya kami dapat menyimpan tenaga banyak."

    Tontowi sependapat. Ia mengaku belajar dari pengalaman sebelumnya yang selalu tersusul oleh lawan. "Begitu kami unggul, lengah sedikit terus tersusul lalu kalah. Kami tidak mau mengulang pengalaman itu karena itu kami langsung bermain cepat," kata Tontowi.

    Selain pasangan Kido/Pia dan Tontowi/Liliyana, dua pasangan campuran yang masuk ke perempat final adalah Fran Kurniawan/Shendy Puspa serta Muhammad Rijal/Debby Susanto. Baca berita All England lainnya di sini.

    VISHNU JUWONO (Birmingham)

    Berita Lainnya:
    Tontowi/Lilyana Lolos, Markis/Pia Buat Kejutan
    Markis/ Pia Melaju ke Perempat Final All England
    Setelah 2014, SBY Mau Buka Warung Nasi Goreng
    Dikunjungi Joss Stone, Ini Kata Rhoma Irama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.