Panitia ISG Khawatir Dipanggil KPK dan Masuk Bui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim bulutangkis putra Indonesia berpose bersama medali perak yang mereka raih setelah partai terakhir bulutangkis beregu putra Islamic Solidarity Games (ISG) III di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumsel, (26/9). ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

    Tim bulutangkis putra Indonesia berpose bersama medali perak yang mereka raih setelah partai terakhir bulutangkis beregu putra Islamic Solidarity Games (ISG) III di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumsel, (26/9). ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Palembang  - Meski sukses menyelenggarakan pesta olahraga Islamic Solidarity Games III di Palembang, 22 September hingga 1 Oktober 2013, Panitia Pelaksana merasa was-was karena dibayangi ketakutan bakal diperiksa penegak hukum terkait pengadaan barang dan jasa kegiatan itu.

    Sumber Tempo di kepanitiaan ISG III menyatakan kekhawatiran itu terkait dengan penggunaan dana APBN dan APBD untuk penyelenggaraan ISG III. Ia menyatakan dana penyelenggaraan ISG III sebesar Rp 128 miliar itu merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Panitia merasa tidak memiliki payung hukum dalam penunjukan langsung  pengadaan barang dan jasa untuk keperluan ISG III.

    “Kami  tetap berharap ada (diterbitkan) Perpres (Peraturan Presiden) tentang penunjukan langsung, bukan sekedar asistensi (tim asistensi yang mengawal pengadaan barang dan jasa secara lansgung)," kata sumber itu.

    Sumber itu juga menyatakan Panitia Pelaksana masih dibayang-bayangi bakal berhadapan dengan penegak hukum di waktu-waktu mendatang. Hal itu disebabkan hingga saat ini masih banyak yang mempertanyakan cara pertanggungjawaban panitia pelaksana. "(Panitia) takutnya sudah capek dipenjara pula," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.