DKI Ungguli Jatim di Pomnas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlit tinju pelajar putri bertanding dalam pertandingan Tinju Putri 42 KG di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) di GOR Ragunan, Jakarta, (16/9). Popnas diikuti atlet pelajar SMP-SMA dari 33 provinsi se-Indonesia dalam 19 cabang olahraga. TEMPO/Seto Wardhana

    Atlit tinju pelajar putri bertanding dalam pertandingan Tinju Putri 42 KG di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) di GOR Ragunan, Jakarta, (16/9). Popnas diikuti atlet pelajar SMP-SMA dari 33 provinsi se-Indonesia dalam 19 cabang olahraga. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontingen Daerah Khusus Ibukota Jakarta berhasil menjadi juara umum Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIII-2013 di Yogyakarta yang berakhir Sabtu sore, 30 November 2013. DKI Jakarta yang meraih 39 medali emas, 23 perak, dan 18 perunggu.

    Sedangkan Jawa Timur merebut urutan kedua setelah mendapatkan 22 emas, 21 perak, dan 26 perunggu. Adapun posisi ketiga diduduki Jawa Tengah dengan 17 emas, 10 perak, dan 35 perunggu.

    "Kami cukup puas dengan perolehan medali ini," kata Wakil Ketua Kontingen Jawat Timur, Edi Mintarto, melalui  keterangan tertulis pada Sabtu 30 November 2013.

    Di Pomnas XIII, Jawa Timur enargetkan meraih 32 emas dari 14 cabang orlahraga yang diikuti. Tapi, hasilnya hanya meraih 22  emas. Dari sisi klasemen akhir perolehan medali, mereka naik signifikan dibandingkan posisi pada Pomnas XII dua tahun lalu di Batam. Saat itu, mereka berada di posisi kelima.

    Tidak tercapainya target Jawa Timur, kata Edi, akibat korban inkonsistensi penerapan aturan oleh panitia sehingga mencoret banyak atlet mereka dari sepakbola dan bola voli.

    Selain itu, ada beberapa cabang yang tidak mencapai target seperti panahan, futsal, tenis lapangan, dan karate. DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.