Ahsan/Hendra Akhiri Puasa Gelar di All England

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi kemenangan pasangan pebulu tangkis Ganda Putra Indonesia M. Ahsan dan Hendra Setiawan usai mengalahkan pasangan Ganda Putra Korea Selatan Ko Sung Hyung dan Lee Yong Dae di final Djarum Indonesia Open 2013 di Istora Senayan, Jakarta, TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ekspresi kemenangan pasangan pebulu tangkis Ganda Putra Indonesia M. Ahsan dan Hendra Setiawan usai mengalahkan pasangan Ganda Putra Korea Selatan Ko Sung Hyung dan Lee Yong Dae di final Djarum Indonesia Open 2013 di Istora Senayan, Jakarta, TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Birmingham - Pasangan ganda putra Indonesia juara dunia 2013, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, akhirnya berhasil merebut gelar juara All England Terbuka 2014.

    Mereka mengalahkan pasangan unggulan kedua asal Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, dalam straight game, 21-19, 21-19, pada pertandingan final yang riuh oleh penonton Indonesia di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, Ahad, 9 Maret 2014.

    Endo/Hayakawa bermain agresif sejak pertandingan dimulai. Sekalipun begitu, Ahsan/Hendra justru bisa mencuri poin. Sayang, beberapa kesalahan mebuat pasangan Jeoang justru unggul 6-4. Tapi, Ahsan/Hendra kemudian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 6-6.

    Sempat tertinggal 14-16, Ahsan/Hendra bisa menyamakan kedudukan 16-16. Ahsan/Hendra lalu memainkan drive-drive silang yang merepotkan lawan hingga mereka unggul 18-16. Ahsan/Hendra mencapai game point setelah lawan melakukan kesalahan. Game pertama ini berakhir dengan keunggulan Ahsan/Hendra 21-16.

    Pada game kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Ahsan/Hendra sempat memimpin 11-9, namun kesalahan mereka membuat pasangan Jepang bisa menyamakan kedudukan 11-11. Skor berkejar-kejaran hingga 17-17. Smes keras Ahsan membuat mereka unggul 19-17.

    Match point diraih melalui smes Ahsan yang tak bisa diantisipasi lawan. Pertandingan pun berakhir setelah pukulan lawan tak bisa menyeberang net.

    Di atas kertas, Ahsan/Hendra memang lebih unggul daripada lawannya. Catatan pertemuan mereka menunjukkan Ahsan/Hendra belum pernah kalah selama lima kali bertanding.

    Pertemuan terakhir Ahsan/Hendra dengan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa terjadi pada Denmark Terbuka tahun lalu. Endp/Hayakawa kandas di semifinal setelah ditaklukan dengan skor sangat ketat, 27-25, 23-21.

    Dalam All England tahun ini, Ahsan/Hendra melaju ke final setelah mengalahkan kompatriotnya, pasangan non-pelatnas Maris Kido/Gideon Markus Fernaldi.

    Dengan kemenangan ini, Ahsan/Hendra mengakhiri puasa gelar sektor tunggal putra di All England selama 11 tahun. Gelar juara ganda putra terakhir diraih oleh Sigit Budiarto/Candra Wijaya pada 2003. Ahsan/Hendra juga menyumbangkan gelar ke-18 bagi ganda putra All-England.

    Di partai sebelumnya, ganda putri Cina nomor satu dunia, Wang Xiaoli/Yu Yang, menjadi juara All England setelah mengalahkan pasangan baru yang juga dari Cina, Ma Jin/Tang Yuanting, 21-17, 18-21, 23-21. Sekalipun Ma/Tang adalah pasangan baru, pertandingan berlangsung sangat ketat. Ma sendiri adalah pemain senior yang dulu pernah berpasangan dengan Wang Xiaoli.

    Hingga berita ini ditulis, wakil Indonesia lainnya di final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, masih bertanding melawan melawan peraih medali emas Olimpiade 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Tahun lalu, Tontowi/Liliyana menang dua game langsung, 21-13, 21-17 dalam partai final. GADI MAKITAN

    Berita Terpopuler
    Tersangka Pembunuh Ade Sara Tertawa Saat Diperiksa, Pengacara Bingung
    Ternyata Ahok Bisa Disuap
    Sebelum Bunuh Ade Sara, Hafidt dan Assyifa Pura-pura Ribut

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto