Pelari Putri DKI Menangi Jakarta International 10 K  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari elite nasional, Rini Budiarti memasuki garis finish Jakarta International 10K di kawasan Monumen Nasional Jakarta (8/6). TEMPO/Nurdiansah

    Pelari elite nasional, Rini Budiarti memasuki garis finish Jakarta International 10K di kawasan Monumen Nasional Jakarta (8/6). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelari nasional asal DKI Jakarta, Rini Budiarti, menempati peringkat pertama putri dalam Jakarta International 10 K yang digelar di Jakarta, Ahad, 8 Juni 2014. Sedangkan peringkat pertama pelari pria diduduki Agus Parayogo dari Jawa Barat.

    Rini Budiarti memenangi kategori elite putri nasional dengan waktu 35 menit 1 detik. Sedangkan Agus Parayogo menjadi pemenang di kategori elite putra nasional dalam waktu 31 menit 8 detik. (Baca: Atletik Hanya Kirim Sedikit Atlet ke Asian Games)

    Jakarta International 10 K diikuti sekitar 35 ribu peserta dengan rute silang Monas barat daya-Jalan M.H. Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman-Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan M.H. Thamrin-silang Monas barat daya.

    Untuk katagori elite pria internasional didominasi pelari-pelari asal Kenya. Pelari putra Silas Kipruto menyentuh garis finis paling awal dengan catatan waktu 28 menit 52 detik. Sedangkan kategori elite putri internasional dimenangi Esther Chemtai Ndema dengan catatan waktu 32 menit 28 detik. (Baca: Pelari Kenya Mendominasi Jakarta International 10K)

    Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono gembira atas prestasi Rini. Selain kegigihan Rini, tutur Ratiyono, ini juga merupakan program khusus untuk mengembangkan kualitas para atlet. "Setiap bulan kami adakan kejuaraan di Rawamangun," kata Ratiyono di lapangan Monas, Ahad, 8 Juni 2014.

    Kejuaraan tersebut, kata Ratiyono, dimaksudkan agar para atlet terus terpacu untuk berlatih dan berkompetisi. "Sehingga terlatih untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi," ujarnya. Kejuaraan pun digelar dengan berbagai cabang, dari atletik sampai renang, di Stadion Pemuda Rawamangun.

    Untuk mendukung prestasi para atlet, Ratiyono memerintahkan kepada gelanggang olahraga yang ada di Jakarta agar rutin melaksanakan beragam kejuaraan. Tujuannya, untuk memunculkan minat berkompetisi para atlet.

    Jakarta Internasional 10 K tahun ini, ujar Ratiyono, menjadi ajang untuk menemukan bibit-bibit baru di DKI. "Upaya regenerasi atlet harus terus dilakukan," katanya.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.