Pelatih Kroasia: Wasit Memalukan!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Kroasia Dejan Lovren (6) mendapat kartu kuning dari wasit Yuichi Nishimura. 13 June 2014. AP/Shuji Kajiyama.

    Pemain Kroasia Dejan Lovren (6) mendapat kartu kuning dari wasit Yuichi Nishimura. 13 June 2014. AP/Shuji Kajiyama.

    TEMPO.CO, Sao Paulo- Pelatih Kroasia Niko Kovac mengungkapkan kekesalannya pada keputusan wasit dalam laga melawan Brasil. Dia mengaku timnya tidak diperlakukan dengan adil, terutama dalah hal hukuman penalti.

    "Kalau itu penalti, seharusnya kita main basket, bukan sepak bola," kata Kovac, seperti dilansir situs Goal, usai pertandingan yang digelar di Corinthians Arena, Jumat dinihari, 13 Juni 2014. Dalam laga itu, Kroasia dicukur tuan rumah Brasil dengan skor 0-3.

    Brasil mendapatkan tendangan penalti pada menit ke-71 setelah wasit Yuichi Nishimura melihat Fred dilanggar oleh Dejan Lovren di kotak terlarang. Dalam tayangan ulang, tak ada kontak keras yang dilakukan Lovren. Keputusan kontroversial itu mampu dikonversi menjadi gol oleh Neymar yang mengambil peran sebagai eksekutor.

    Niko Kovac sangat marah dengan keputusan itu dan menilai wasit tidak seimbang. "Itu memalukan! Wasit memiliki aturan yang berbeda untuk kami dan untuk Brasil. Wasit memalukan untuk Piala Dunia!" kata dia menghardik. Dia menyatakan bangga dengan para pemainnya yang telah bermain untuk negara mereka.

    Kroasia bergabung di Grup A bersama Brasil, Kamerun, dan Meksiko. Pertandingan melawan Kamerun akan dilakukan pada 18 Juni dan Meksiko pada 23 Juni. Niko Kovac tetap yakin timnya bisa lolos dari fase grup. "Dengan cara kami bermain, tim ini pasti memiliki tempat di babak 16 besar," kata dia. "Saya sangat optimistis menghadapi Kamerun dan Meksiko."

    AMIRULLAH | GOAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara